METROTODAY, SURABAYA – Semburan keruh yang sempat dikira warga sebagai minyak atau lumpur di kawasan Dupak Rukun, tepat di samping Tol Dupak, disebabkan oleh galian alat berat yang mengenai pipa air.
Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim teknis ke lokasi untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Ia mengaku kebocoran pada jaringan pipa penyaluran air milik perusahaan yang diduga terkena aktivitas penggalian alat berat.
“Berdasarkan informasi awal, kejadian diduga berkaitan dengan aktivitas penggalian menggunakan alat berat yang sedang dilaksanakan oleh pihak lain di sekitar jalur pipa. Padahal di area tersebut telah terpasang patok penanda keberadaan jaringan pipa perusahaan,” ungkap Nuril, Selasa (13/10).
Untuk menghentikan aliran air, pompa pada jaringan penyaluran tersebut telah dimatikan sejak pukul 12.30 WIB. Tim teknis juga sudah berada di lokasi guna melakukan perbaikan secepat mungkin. Meski terjadi kebocoran, perusahaan menegaskan operasional tetap berjalan lancar.
“Kejadian ini tidak memengaruhi operasional perusahaan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses perbaikan dapat segera selesai,” jelasnya.
Saat ini penyebab pasti dan kerusakan yang terjadi masih dalam pendalaman lebih lanjut. Warga sekitar diimbau tetap tenang karena yang menyembur adalah air bersih dan tidak berbahaya. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Semburan keruh yang sempat dikira warga sebagai minyak atau lumpur di kawasan Dupak Rukun, tepat di samping Tol Dupak, disebabkan oleh galian alat berat yang mengenai pipa air.
Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim teknis ke lokasi untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Ia mengaku kebocoran pada jaringan pipa penyaluran air milik perusahaan yang diduga terkena aktivitas penggalian alat berat.
“Berdasarkan informasi awal, kejadian diduga berkaitan dengan aktivitas penggalian menggunakan alat berat yang sedang dilaksanakan oleh pihak lain di sekitar jalur pipa. Padahal di area tersebut telah terpasang patok penanda keberadaan jaringan pipa perusahaan,” ungkap Nuril, Selasa (13/10).
Untuk menghentikan aliran air, pompa pada jaringan penyaluran tersebut telah dimatikan sejak pukul 12.30 WIB. Tim teknis juga sudah berada di lokasi guna melakukan perbaikan secepat mungkin. Meski terjadi kebocoran, perusahaan menegaskan operasional tetap berjalan lancar.
“Kejadian ini tidak memengaruhi operasional perusahaan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses perbaikan dapat segera selesai,” jelasnya.
Saat ini penyebab pasti dan kerusakan yang terjadi masih dalam pendalaman lebih lanjut. Warga sekitar diimbau tetap tenang karena yang menyembur adalah air bersih dan tidak berbahaya. (ahm)