Bangun Budaya Hidup Sehat, Tjiwi Kimia Edukasi Karyawan tentang TBC dan HIV-AIDS

Dalam kesempatan itu, dr Astri mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh. Salah satu caranya adalah dengan rutin berolahraga dan berjemur di bawah sinar matahari pagi. ”Rajin olahraga dan berjemur pagi hari bisa membantu menjaga kondisi tubuh tetap sehat,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026-05-20 at 09.49.27
Sosialisasi penyakit Tuberkulosis (TBC) di tempat kerja yang diselenggarakan Tjiwi Kimia. (metrotoday)

Selain itu, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Deteksi dini dinilai menjadi langkah penting agar penderita TBC bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak menularkan penyakit kepada orang lain.

Kesehatan Dukung Produktivitas Kerja

Program sosialisasi itu merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mencegah dan mengendalikan kasus TBC di lingkungan kerja. Melalui program tersebut, perusahaan berharap seluruh karyawan memiliki pemahaman yang baik terkait penyakit menular, sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.

Manajemen Tjiwi Kimia menilai kesehatan karyawan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung produktivitas kerja. Karena itu, berbagai program kesehatan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja.

Tidak hanya membahas TBC, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi mengenai HIV-AIDS. Astri menegaskan bahwa masih banyak kesalahpahaman di masyarakat terkait proses penularan HIV. HIV-AIDS tidak menular melalui sentuhan fisik biasa, air liur, maupun penggunaan alat makan secara bergantian.

Penjelasan itu penting diketahui agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada penderita HIV-AIDS. ”Bersentuhan, berbagi makanan, atau menggunakan alat makan yang sama tidak menyebabkan penularan HIV-AIDS,” jelasnya kepada peserta sosialisasi.

Astri juga menjelaskan metode pencegahan HIV-AIDS melalui pendekatan ABCDE. Metode tersebut meliputi Abstinence atau menghindari perilaku seksual berisiko, Be Faithful atau setia kepada satu pasangan, Condom atau penggunaan alat pelindung, Drug No atau menjauhi narkoba, serta Education atau meningkatkan edukasi dan pengetahuan tentang HIV-AIDS.

Dalam kesempatan itu, dr Astri mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh. Salah satu caranya adalah dengan rutin berolahraga dan berjemur di bawah sinar matahari pagi. ”Rajin olahraga dan berjemur pagi hari bisa membantu menjaga kondisi tubuh tetap sehat,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026-05-20 at 09.49.27
Sosialisasi penyakit Tuberkulosis (TBC) di tempat kerja yang diselenggarakan Tjiwi Kimia. (metrotoday)

Selain itu, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Deteksi dini dinilai menjadi langkah penting agar penderita TBC bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak menularkan penyakit kepada orang lain.

Kesehatan Dukung Produktivitas Kerja

Program sosialisasi itu merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mencegah dan mengendalikan kasus TBC di lingkungan kerja. Melalui program tersebut, perusahaan berharap seluruh karyawan memiliki pemahaman yang baik terkait penyakit menular, sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.

Manajemen Tjiwi Kimia menilai kesehatan karyawan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung produktivitas kerja. Karena itu, berbagai program kesehatan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja.

Tidak hanya membahas TBC, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi mengenai HIV-AIDS. Astri menegaskan bahwa masih banyak kesalahpahaman di masyarakat terkait proses penularan HIV. HIV-AIDS tidak menular melalui sentuhan fisik biasa, air liur, maupun penggunaan alat makan secara bergantian.

Penjelasan itu penting diketahui agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada penderita HIV-AIDS. ”Bersentuhan, berbagi makanan, atau menggunakan alat makan yang sama tidak menyebabkan penularan HIV-AIDS,” jelasnya kepada peserta sosialisasi.

Astri juga menjelaskan metode pencegahan HIV-AIDS melalui pendekatan ABCDE. Metode tersebut meliputi Abstinence atau menghindari perilaku seksual berisiko, Be Faithful atau setia kepada satu pasangan, Condom atau penggunaan alat pelindung, Drug No atau menjauhi narkoba, serta Education atau meningkatkan edukasi dan pengetahuan tentang HIV-AIDS.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait