Syamsul Huda menjelang keberangkatan umrah. Ia dan belasan jemaah memilih penerbangan langsung ke Arab Saudi di tengah situasi perang. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Situasi keamanan Timur Tengah yang tidak kondusif membuat semangat jemaah umrah tidak kendor saat akan menempuh perjalanan ke Arab Saudi.
Meski ada imbauan dari pemerintah Indonesia kepada jemaah untuk menunda keberangkatan umrah beberapa waktu lalu masih saja semangat jemaah umrah berlipat dan keberangkatan pun meningkat. Bahkan informasi di medsos banyak menyebarkan terkait serangan udara dengan situasi yang mencekam.
Di Asrama Haji Sukolilo Surabaya hampir satu bulan tidak ada jemaah umrah yang transit sebelum terbang ke Arab Saudi melalui Bandara Juanda sejak Senin (30/3) malam sudah mulai banyak jemaah dari berbagai kota/kabupaten di Jatim yang transit sehari sebelum bertolak ke tanah suci.
Semangat dan niat nawaitu terpancar di wajah Syamsul Huda, jemaah umrah asal Kediri yang akan berangkat umrah bersama belasan orang.
Rencananya, Huda akan bertolak ke Jeddah pada Selasa (31/3) siang pukul 12.00 WIB dengan menggunakan maskapai Lion Air. Penerbangan langsung tanpa transit dari Bandara Juanda ke King Abdul Aziz Jeddah.
Menurut Huda sejauh ini tidak ada kendala keberangkatan umrah karena pihak biro travel umrah sudah berkoordinasi terus. “Insyaallah tidak ada kendala. Sudah koordinasi juga,” tuturnya.
ia berangkat umrah bersama dengan istri, kakak dan keponakan sudah melakukan persiapan mental dan mendapatkan informasi dari jemaah lainnya yang sudah pulang umrah di tengah kondisi perang Timur Tengah yang menurut cerita masih aman.
“Iya yang jelas karena satu persiapan mental, kita sudah siap agak lama kita menunggu untuk ibadah perjalanan umrah ini bersama keluarga. Sehingga dan teman-teman atau saudara-saudara kami yang kemarin umrah itu juga berjalan lancar,” ungkapnya.
Lebih lanjut Huda mengaku dari cerita jemaah yang sudah berangkat jika transit maka akan sulit mencari penerbangan lebih baik mencari penerbangan yang langsung.
”Sudah diceritakan kalau memang yang langsung, tidak transit, itu aman-aman saja dan lancar-lancar saja,” imbuhnya.
Meskipun di media sosial dikabarkan tidak kondusif namun Huda mengaku sudah niat berangkat dan ikhlas apapun yang terjadi.
Ya satu karena nawaitu-nya kuat, yang kedua ya itu tadi informasi yang langsung dari Surabaya ke Jeddah itu relatif aman-aman saja, nggak ada isu-isu apa pun,” tegasnya.
perjalanan umrah tidak kali pertama dilakukan oleh Huda ini merupakan kedua kalinya Huda berangkat umrah. Ia berharap dengan keberangkatan umrah di tengah situasi yang tidak aman ibadah juga semakin lancar.
“Ya harapannya secara pribadi kami sebagai rasa bersyukur bisa melaksanakan ibadah umrah, ya semoga kehidupan kami secara pribadi bisa saleh ritual juga saleh sosial,” pungkasnya. (ahm)
Di balik kesunyian Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, tersimpan kisah luar biasa tentang sosok…
Pemerintah pusat resmi menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap…
Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 telah diumumkan secara serentak pada Selasa (31/3). Tiga…
Pemerintah menetapkan sejumlah langkah efisiensi dalam merespons dinamika global. Kebijakan tersebut dibalut dalam kebijakan transformasi…
Informasi bakal adanya kenaikan harga bahan bakar minyak per 1 April 2026 telah memicu kepanikan.…
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi mengajukan pencalonan diri kepada PBNU…
This website uses cookies.