METROTODAY, SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur terus mengebut proses dokumen paspor jemaah haji guna memastikan penerbitan visa ibadah haji tepat waktu sebelum pemberangkatan ke tanah suci.
Bahkan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf, langsung meninjau proses pengecekan dokumen paspor di Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Irfan menyebutkan, di Siskohat Asrama Haji Surabaya saat ini telah terkumpul 10.000 paspor dari total 43.200 jemaah yang akan berangkat pada April mendatang.
Ia meminta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Jatim untuk segera menuntaskan seluruh proses dokumen dengan target tanggal 18 Maret.
“Jatim sudah 10 ribu dari 43.200 yang sudah mengumpulkan paspor. Jadi masih ada waktu panjang saya minta segera dikejar karena Jatim sudah bagus pelunasan sesuai target tinggal sekarang pemberkasan sesuai dengan target,” tegas Irfan, Selasa (27/1).

Secara nasional, pria yang akrab disapa Gus Irfan menyampaikan bahwa pengumpulan paspor telah mencapai 50 persen dari total jemaah haji Indonesia.
“Semua masih proses saat ini sudah berjalan 50 persen sudah terverifikasi,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh Kantor Wilayah Kemenhaj di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk bekerja keras menyelesaikan proses pengecekan paspor hingga keluarnya visa haji dengan cepat dan terarah. “Teman-teman bekerja keras mudah-mudahan segera bisa tuntas tanggal 18 Maret,” harapnya.
Sementara itu, Plt Kanwil Kemenhaj Provinsi Jatim, Mohammad As’adul Anam, mengaku tidak ada kendala dalam proses pengumpulan paspor dan optimis dapat mencapai target penyelesaian sesuai batas waktu. “Paspor saat ini 10 ribu paspor yang sedang proses dokumen dan akan selesai target insyaallah,” ujar Anam.
Kuota jemaah haji wilayah Jawa Timur meningkat menjadi 42.409 orang. Selain itu, Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang termasuk dalam embarkasi Surabaya juga mendapatkan tambahan kuota masing-masing 698 dan 516 orang, sehingga total kuota untuk ketiga provinsi mencapai 43.200 orang. (ahm)

