METROTODAY, SURABAYA – Mantan Ketua DPRD Jawa Timur sekaligus tersangka kasus korupsi dana hibah APBD Jatim, Kusnadi, meninggal dunia Selasa (16/12) siang di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menghembuskan nafas terakhir usai menderita sakit kanker sejak lama.
Rencana jenazah akan dimakamkan di TPU sekitar rumah duka di Sedati, Sidoarjo.
Meninggalnya Kusnadi disampaikan kerabat dekatnya, Anang, yang mengantarkannya ke kamar jenazah RSUD Dokter Soetomo.
Menurutnya Kusnadi masuk rumah sakit Senin malam karena merasa badannya panas semua. “Beliau masuk ke rumah sakit RSUD Dokter Soetomo karena badannya merasa panas semua pada Senin malam,” tuturnya.
Anang menyebut Kusnadi sempat menjalani perawatan di IGD, namun pada Selasa siang dinyatakan meninggal dunia karena menderita sakit kanker sejak lama.
Rencananya setelah dimandikan di RSUD Dr Soetomo, jenazah Kusnadi kemudian dibawa ke rumah duka di Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Selanjutnya, Kusnadi dimakamkan di tempat pemakaman umum tak jauh dari rumahnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 21 orang tersangka dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Jatim, 2 Oktober 2025, salah satunya adalah Kusnadi yang menjabat sebagai Ketua DPRD Jatim periode 2019-2024. Nilai korupsi dana hibah tersebut diduga mencapai milyaran rupiah. (ahm)
Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…
Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…
Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…
Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…
Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…
Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…
This website uses cookies.