Gambar itu bukan sekadar hiasan semata, melainkan pernyataan bahwa keindahan dan jiwa perempuan bisa berdiri tegak di tengah hiruk-pikuk pertandingan tanpa harus mengubah jati dirinya sebagai pendukung yang bangga dan setia. Pesannya lugas yaitu perempuan punya tempat terhormat dan peran besar dalam sejarah Persebaya.
Aliansi ini sekaligus membuktikan kreativitas dan ketajaman Persebaya membangun kemitraan dagang yang selaras dengan karakteristik komunitasnya. Keberagaman sponsor yang hadir juga menegaskan pola pengelolaan yang matang dan terarah.
“Kehadiran beberapa brand dengan kategori berbeda dalam jersey Persebaya musim ini juga menjadi cerminan pendekatan profesional dalam pengelolaan klub. Persebaya tidak hanya membangun tim dari sisi teknis dan kompetisi, tetapi juga mengembangkan sisi komersial dan bisnis klub secara terstruktur,” tegas Arthur Rusli.
Langkah ini sejalan dengan cita-cita profesionalisme yang digagas Ketua Persebaya Azrul Ananda: bahwa sebuah klub besar harus dikembangkan secara berkelanjutan dan cermat baik dalam strategi permainan maupun pengelolaan bisnisnya.
Sementara itu Implora menegaskan keyakinannya bahwa di balik kekuatan tim di lapangan, selalu ada dukungan tulus dari sosok-sosok terdekat mulai dari istri, ibu, kekasih, hingga para Bonita yang setia.
Lewat keterlibatan ini, mereka ingin mendampingi para suporter wanita agar senantiasa merasa cantik dan percaya diri saat berada di tribun maupun saat mendukung dari rumah.
“Elemen kecupan bibir pada jersey merepresentasikan dukungan tulus dari para Bonita agar Persebaya terus melaju, dengan harapan besar di musim 2027 tim dapat kembali meraih prestasi dan membawa pulang piala ke Surabaya,” jelas Direktur Pemasaran Utama Implora, Rafael Raven. (ahm)
Gambar itu bukan sekadar hiasan semata, melainkan pernyataan bahwa keindahan dan jiwa perempuan bisa berdiri tegak di tengah hiruk-pikuk pertandingan tanpa harus mengubah jati dirinya sebagai pendukung yang bangga dan setia. Pesannya lugas yaitu perempuan punya tempat terhormat dan peran besar dalam sejarah Persebaya.
Aliansi ini sekaligus membuktikan kreativitas dan ketajaman Persebaya membangun kemitraan dagang yang selaras dengan karakteristik komunitasnya. Keberagaman sponsor yang hadir juga menegaskan pola pengelolaan yang matang dan terarah.
“Kehadiran beberapa brand dengan kategori berbeda dalam jersey Persebaya musim ini juga menjadi cerminan pendekatan profesional dalam pengelolaan klub. Persebaya tidak hanya membangun tim dari sisi teknis dan kompetisi, tetapi juga mengembangkan sisi komersial dan bisnis klub secara terstruktur,” tegas Arthur Rusli.
Langkah ini sejalan dengan cita-cita profesionalisme yang digagas Ketua Persebaya Azrul Ananda: bahwa sebuah klub besar harus dikembangkan secara berkelanjutan dan cermat baik dalam strategi permainan maupun pengelolaan bisnisnya.
Sementara itu Implora menegaskan keyakinannya bahwa di balik kekuatan tim di lapangan, selalu ada dukungan tulus dari sosok-sosok terdekat mulai dari istri, ibu, kekasih, hingga para Bonita yang setia.
Lewat keterlibatan ini, mereka ingin mendampingi para suporter wanita agar senantiasa merasa cantik dan percaya diri saat berada di tribun maupun saat mendukung dari rumah.
“Elemen kecupan bibir pada jersey merepresentasikan dukungan tulus dari para Bonita agar Persebaya terus melaju, dengan harapan besar di musim 2027 tim dapat kembali meraih prestasi dan membawa pulang piala ke Surabaya,” jelas Direktur Pemasaran Utama Implora, Rafael Raven. (ahm)