Keterkejutan terasa juga bagi Fikri, siswa kelas 6 SD Negeri Sidotopo Wetan V. Ia tidak menyangka air Kali Tebu yang tampak jernih di permukaan ternyata menyimpan pencemar yang cukup banyak.
“Tadi saya ambil sampel air Kali Tebu depan sekolahku, kelihatannya bersih. Ternyata setelah dilihat di bawah mikroskop, banyak sampah mikroplastik dan kotoran karena orang-orang masih banyak yang buang sampah sembarangan ke sungai itu,” ujarnya.
Lewat pengamatan tersebut, siswa mulai paham: ancaman plastik tersebar luas bukan hanya di aliran air, tapi bisa menempel di daun, benda-benda sekitar, hingga berpotensi masuk ke dalam tubuh manusia.
Di samping pembelajaran teknis, muncul kebanggaan dari siswi yang sudah sadar lebih awal. Carissa, teman sekelas Fikri, rutin membawa bekal minum dan makan sendiri ke mana saja pergi.
“Saat keluar rumah untuk mengurangi risiko terpapar mikroplastik, sebaiknya membawa tumbler dan tepak makan sendiri,” ujar siswi SD Negeri Sidotopo Wetan V ini. Ia pun aktif mengajak teman-temannya meniru kebiasaan baik tersebut. (ahm)
Page: 1 2
Nilai aset Pemkot Surabaya tembus Rp 55 triliun, Wakil Ketua DPRD Laila Mufidah menegaskan jangan…
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya memastikan sistem pembayaran parkir non-tunai, baik QRIS maupun voucher, dirancang…
Expo Madrasah Jawa Timur Tahun 2026 Selasa (1/9) digelar di Aula Al Ikhlas II Kanwil…
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengerahkan bantuan kebutuhan pokok serta Tim Satgas Kemanusiaan…
Seorang perempuan berinisial PPM, 37, diamankan warga setelah diduga mencoba menceburkan diri ke sungai di…
PERGURUAN tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) hari-hari ini hidup dalam dunia yang semakin penuh angka.…
This website uses cookies.