Proses pengangkutan jenazah dilakukan Rabu (5/8) pagi berjalan sangat lambat dan berat. Medan terjal serta keterbatasan alat penjangkar yang cukup panjang menjadi rintangan berat bagi tim penyelamat yang terus berupaya bekerja sama dengan Basarnas demi membawa korban keluar dengan selamat.
Terungkap kemudian, jalur yang dipilih itu ternyata merupakan jalur terlarang dengan kemiringan sangat tajam hal yang belum diketahui oleh Maliya meski sudah terbiasa menaklukkan puncak-puncak gunung yang sudah kondang.
Rencananya jenazah Maliya akan disemayamkan sementara di kediaman Surabaya sebelum dibawa ke kampung halaman terakhirnya di Babat, Lamongan. Saat ini jenazah Maliya sudah dibawa menuju ke Surabaya setelah dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. (ahm)
Page: 1 2
Persebaya Surabaya memastikan tiket ke partai puncak Piala Presiden 2026. Bajol Ijo sukses menaklukkan Arema…
Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…
Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara…
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menertibkan enam bangunan liar (bangli) yang berdiri…
Suasana hangat penuh tawa memenuhi Pasar Burung Dolly, RW 12 Kelurahan Putat Jaya, Surabaya. Dalam…
This website uses cookies.