Lebih jauh, dr. Benjamin mengingatkan bahwa posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia bisa terancam jika generasi mudanya disabotase oleh adiksi.
Namun, ia menegaskan bahwa pengendalian tembakau tidak boleh mematikan mata pencaharian petani. Solusi yang dibutuhkan adalah transisi ekonomi yang berkeadilan.
Ia berkomitmen menjadi jembatan aspirasi antara petani dan kebijakan pemerintah agar pengalihan komoditas tetap menjamin kesejahteraan mereka.
“Negara tidak akan meninggalkan petani tembakau sendirian. Kuncinya ada pada komitmen politik: kita benahi kesehatan bangsanya, tapi kita pastikan perut para petaninya tetap kenyang,” pungkasnya. (ahm)
Page: 1 2
Kebakaran hebat melanda pergudangan Margomulyo Permai, Blok AH-11, Kelurahan Asemrowo, Surabaya, Rabu (19/8). Gudang milik…
Ledakan tabung gas elpiji terjadj kawasan Jalan Juwingan No. 72D, Kelurahan Kertajaya, Surabaya, pada Kamis…
BRI Region 12 Surabaya turut memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Semarak Kemerdekaan
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), disusul gempa berkekuatan di…
Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…
This website uses cookies.