Penumpang terlihat turun dari kereta api di Stasiun Surabaya Gubeng. Penumpang kereta angkutan Lebaran menjadi yang tertinggi. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan merilis hasil penelitian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap layanan Angkutan Lebaran (Angleb) 2026. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja transportasi nasional demi perbaikan di masa mendatang.
Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS, Tri Joko Wahyu, menyatakan bahwa kolaborasi antara akademisi dan pemerintah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan transportasi.
“ITS terus bersinergi mendukung kebijakan transportasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi layanan musim mudik tahun ini agar bisa menjadi acuan perbaikan di masa depan,” ujarnya, Minggu (5/4).
Pakar transportasi ITS, Prof. Ir. Hera Widyastuti, MT, PhD, menjelaskan survei dilakukan secara luas di 26 provinsi dengan melibatkan total 5.105 responden.
Secara umum, nilai IKM Angleb 2026 mencapai angka 82,15 atau masuk dalam kategori Baik. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 3,45 poin dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya.
“Dari seluruh moda transportasi, nilai IKM tertinggi diraih oleh Kereta Api dengan kategori Sangat Baik yaitu sebesar 94,30,” papar Guru Besar Departemen Teknik Sipil ITS tersebut.
Namun demikian, masih ada catatan perbaikan. Meskipun aspek keamanan, ketepatan waktu, dan fasilitas keselamatan dinilai sangat baik dan perlu dipertahankan, kemudahan mendapatkan tiket masih menjadi sorotan utama. Keterbatasan kuota saat puncak arus mudik masih sering dikeluhkan oleh masyarakat.
Di sisi lain, moda Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) mencatat nilai terendah meski masih dalam kategori baik, yaitu 77,48.
Dari aspek pelayanannya, prasarana mendapatkan nilai tertinggi (83,31), sedangkan manajemen transportasi menjadi aspek yang perlu ditingkatkan (80,93).
Hasil survei ini disambut positif oleh pemerintah. Direktur Lalu Lintas Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub RI, Rudi Irawan, mencatat adanya tren positif berupa peningkatan penumpang angkutan umum rata-rata sebesar 10,87 persen.
Data ini menjadi penting untuk penyiapan fasilitas yang lebih matang menghadapi lonjakan penumpang di tahun depan.
“Survei ini sangat bermanfaat agar kita bisa memetakan kondisi saat ini. Harapannya, hasil ini dapat menjadi acuan sehingga keluhan dari masyarakat bisa diminimalisir di tahun depan,” pungkasnya. (ahm)
BRI menggelar kegiatan sosial bertajuk BRI Social Activity "Grow & Green".bKegiatan diisi dengan penyaluran bantuan…
Belasan warga di Surabaya menjadi korban penipuan berkedok investasi atau penjualan sembako murah. Total kerugian…
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong penyelesaian kasus hukum yang saat ini dihadapi oleh Badan Usaha…
Lapangan Rangkah yang dulunya identik dengan kondisi tandus, berdebu, dan becek saat hujan, kini telah…
Persebaya Surabaya berhasil meraih tiga poin penuh setelah menundukkan Persita Tangerang dengan skor tipis 1-0…
Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB-PTKIN) 2026 melaporkan sebanyak 143.948…
This website uses cookies.