Categories: Nasional

KPK Bongkar Modus Korupsi Kuota Haji Khusus, Kerugian Negara Tembus Rp1 Triliun

METROTODAY, JAKARTA – Aroma tak sedap kasus dugaan korupsi pengelolaan kuota haji makin menyengat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar praktik culas penjualan kuota haji khusus yang seharusnya diperuntukkan bagi jemaah, tapi malah jadi bancakan antarbiro perjalanan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, blak-blakan soal modus operandi ini. “Ada yang diperjualbelikan antarbiro, dan ada juga yang langsung diperjualbelikan kepada para calon jemaah,” ungkapnya di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (16/9).

Penyelidikan ini menyasar dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama (Kemenag) periode 2023-2024.

Tak cuma KPK, DPR RI lewat Pansus Angket Haji juga menemukan kejanggalan serupa. Mereka menyoroti pembagian kuota 20.000 tambahan dari Pemerintah Arab Saudi. Anehnya, Kemenag membagi rata 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Pembagian ini jelas-jelas melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Berdasarkan aturan, kuota haji khusus seharusnya hanya 8 persen, sedangkan 92 persen sisanya untuk haji reguler.

Keseriusan KPK terlihat dari langkahnya meminta keterangan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 7 Agustus lalu, tak lama sebelum mengumumkan penyidikan kasus ini. Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara yang bikin melongo yang mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Selain itu, tiga orang dicekal bepergian ke luar negeri, termasuk Yaqut. Ini menandakan kasusnya tak main-main. KPK juga intens berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit kerugian negara secara rinci.

Praktik jual-beli kuota haji ini seolah menjadi bisnis haram yang merugikan banyak pihak, terutama para jemaah yang bermimpi bisa ke Tanah Suci. Kisruh ini menjadi pukulan telak bagi tata kelola haji di Indonesia. (red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

3 minutes ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

8 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

11 hours ago

Jatim Segera Punya Embarkasi Baru di Bandara Dhoho Kediri, Ringankan Beban Juanda dan Asrama Haji Surabaya

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara…

11 hours ago

Enam Bangli di TPU Keputih Surabaya Digusur, Lahan 1.800 Meter Persegi Dikembalikan Jadi Area Pemakaman

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menertibkan enam bangunan liar (bangli) yang berdiri…

14 hours ago

Dari Kawasan Lokalisasi jadi Ruang Berkarya, Tangan-Tangan Kecil Membatik di Eks Gang Dolly Surabaya

Suasana hangat penuh tawa memenuhi Pasar Burung Dolly, RW 12 Kelurahan Putat Jaya, Surabaya. Dalam…

15 hours ago

This website uses cookies.