Categories: Surabaya

Jurus Jitu Gubernur Khofifah! Jatim Digadang Jadi Pionir Ekonomi Syariah Lewat Zona KHAS

METROTODAY, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa punya jurus jitu untuk menggenjot ekonomi syariah di Jatim.

Jurus tersebut adalah dengan membangun Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di seluruh daerah. Ia optimistis, langkah ini akan menjadikan Jatim sebagai pionir ekonomi syariah nasional.

“Ini merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh dan berkelanjutan,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (17/9).

Khofifah menjelaskan, keberadaan Zona KHAS tak hanya sebatas sertifikasi. Lebih dari itu, Zona KHAS akan memberikan rasa aman dan yakin bagi masyarakat untuk mengonsumsi makanan dan minuman halal.

Hal ini juga akan menjadi angin segar bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan usaha ultra mikro. Pasalnya, UMKM akan memiliki tempat yang terjamin kehalalannya, sehingga bisa menarik lebih banyak konsumen.

Untuk mempercepat implementasi program ini, Khofifah meminta seluruh bupati dan wali kota se-Jatim untuk bersinergi dan menentukan titik-titik yang perlu dikembangkan secara maksimal.

Sebagai bukti nyata, Khofifah meluncurkan tiga Zona KHAS terbaru di Jatim, yaitu:

  1. Wisata Kuliner Gladak Serang Kota Probolinggo
  2. Kantin FEB Unair Kampus B
  3. Kantin GOR Unair Kampus C

Dengan tambahan ini, kini Jatim memiliki total 10 Zona KHAS. “Ada sinergisitas yang terus kita bangun. Kolaborasi yang terus kita kuatkan dan ada plan of action panjang yang harus kita detailkan,” tegasnya.

Meskipun progresnya terlihat baik, Khofifah juga menyoroti kendala yang masih ada. Ia mencontohkan Laboratorium Halal UINSA Surabaya yang sudah lengkap namun belum bisa melayani publik karena terbentur regulasi.

“Mungkin waiting list-nya agak panjang di laboratorium halal, padahal UINSA sangat lengkap namun belum boleh memberikan layanan publik. Ini sebetulnya bisa memberikan percepatan,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Khofifah kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan makanan dan minuman halal (halalan thayyiban) menjadi tanggung jawab pemerintah.

Sejak awal menjabat, ia terus mendorong percepatan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) yang halal.

“Ketika kami menjadi Gubernur, RPH halal itu nol. Alhamdulillah sekarang sudah 134 dari 143. Jadi kita tinggal 9 lagi RPH halal,” tutup Khofifah. (red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

8 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

19 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

19 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

19 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

20 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

21 hours ago

This website uses cookies.