Categories: Nasional

“Lantai Panas, Saya Lompat Lebih Dulu”, Kisah Haru Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang Dibakar Api

METROTODAY, SURABAYA – Musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Giliyang, Sumenep, pada Minggu (2/8) pagi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB meninggalkan kisah mencekam di balik perjuangan para penumpang menyelamatkan nyawa.

Kapal jenis Ro-Ro rute Surabaya–Makassar itu tiba-tiba dilalap api dari bagian bawah belakang, memaksa ratusan penumpang melompat ke laut dari ketinggian sekitar tujuh meter demi menyelamatkan diri.

Bambang Susilo, salah satu penumpang selamat yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak dini hari tadi, menceritakan detik-detik kepanikan yang masih terasa jelas. Saat itu ia baru bangun tidur dan bersiap sarapan, ketika suasana tenang tiba-tiba berubah menjadi mimpi buruk.

“Tiba-tiba ada asap dari api dari bawah. Kurang tahu sumber api. Kami panik lari ke tempat aman,” tutur Bambang, Senin (3/8).

Bambang yang bekerja sebagai kernet truk itu berusaha mengajak kerabatnya yang satu rombongan untuk segera melompat. Namun saat api sudah menjalar dan lantai terasa semakin panas, kerabatnya masih tampak ragu. Bambang pun terpaksa melompat lebih dulu dan sejak saat itu tak lagi mengetahui nasib kerabat dan rekannya.

“Jadi ada teman yang melompat pertama. Terus saya. Saya belum melompat itu sudah saya ajak kakak saya, cuma mengangguk aja. Nah, baru saya mau lompat itu sudah api sudah menjalar ke depan. Sudah semakin panas. Lantai sudah panas ini,” ujarnya.

“Enggak tahu dia lompat atau bagaimana, pokoknya terpisah,” imbuhnya. Satu rekan rombongan telah diketahui meninggal, sedangkan kakak kandung Bambang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Kami diselamatkan kapal lain. Cuma salah satu teman kami belum diketahui keberadaannya. Kakak saya belum tahu kabarnya,” ucap Bambang.

Sementara itu penumpang lainnya, Ahmad mengaku saat kejadian ia baru saja bangun tidur. Ia melihat orang panik dan asap dari terlihat pekat. “Pagi-pagi ada asap kebakaran. Saya di kamar baru bangun sambil sarapan,” kata Ahmad. Ia dan rekan sekamarnya, kini masih menahan cemas.

Kesaksian serupa disampaikan Darwis, penumpang asal Makassar. Ia sempat bertahan di anjungan kapal selama dua jam bersama ratusan penumpang lain, berharap pertolongan segera datang sementara kobaran api terus membesar.

“Bangun sarapan, teriak-teriak ada kebakaran, panik berlarian. Sempat melihat api, lalu lari ke Anjungan, bertahan 2 jam,” tutur Darwis.

Hingga akhirnya kapal evakuasi KM Meratus Pematang Siantar mendekat dan para penumpang harus berani melompat ke laut dari ketinggian tujuh meter demi bertahan hidup. Saat bersandar di Tanjung Perak pukul 00.15 WIB, suasana penuh haru menyelimuti pelabuhan, ratusan orang selamat namun banyak yang kehilangan keluarga, kerabat, maupun rekan perjalanan.

Berdasarkan data terverifikasi, kapal sebenarnya mengangkut 236 orang, bukan 286 orang seperti tercatat semula, karena 50 orang ternyata tidak ikut berangkat. Dari jumlah tersebut, 231 orang berhasil dievakuasi selamat dan 5 orang meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih terus menyisir perairan untuk memastikan tidak ada lagi yang tertinggal. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

5 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

8 hours ago

Jatim Segera Punya Embarkasi Baru di Bandara Dhoho Kediri, Ringankan Beban Juanda dan Asrama Haji Surabaya

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara…

8 hours ago

Enam Bangli di TPU Keputih Surabaya Digusur, Lahan 1.800 Meter Persegi Dikembalikan Jadi Area Pemakaman

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menertibkan enam bangunan liar (bangli) yang berdiri…

11 hours ago

Dari Kawasan Lokalisasi jadi Ruang Berkarya, Tangan-Tangan Kecil Membatik di Eks Gang Dolly Surabaya

Suasana hangat penuh tawa memenuhi Pasar Burung Dolly, RW 12 Kelurahan Putat Jaya, Surabaya. Dalam…

12 hours ago

Ketua Forum Pemred SMSI: Ini Tugas Baru Media Pers sebagai Kunci Tangkal Hoaks

Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan PWI Jawa Timur Samiadji Makin Rahmat menyatakan bahwa…

14 hours ago

This website uses cookies.