Categories: Nasional

Komaruddin Hidayat Pimpin Dewan Pers 2025–2028, Ajak Perangi Sampah Digital

METROTODAY, JAKARTA – Cendekiawan muslim dan mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Komaruddin Hidayat, resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pers periode 2025–2028.

Ia menggantikan Ninik Rahayu dalam upacara serah terima jabatan yang digelar di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (14/5), sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 16/M Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Komaruddin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan besar media saat ini. Salah satunya adalah maraknya “sampah digital” di ruang publik.

Ia menyebut fenomena ini sebagai bentuk kolonialisme digital yang membentuk pola pikir masyarakat melalui algoritma tanpa disadari.

“Yang diserang sekarang adalah pemikiran dan perilaku masyarakat. Algoritma itu mengarahkan cara kita berpikir dan bertindak, bahkan tanpa kita sadari,” ujar Komaruddin kepada awak media.

Serah terima jabatan dari Ketua Dewan Pers 2022-2025 Ninik Rahayu (tengah) kepada Ketua Dewan Pers 2025-2028 Prof. Komaruddin Hidayat (kiri) disaksikan Sekretaris Dewan Pers Slamet Santoso di Gedung Dewan Pers Jakarta, Rabu (14/5). (Foto: Antara)

Menurutnya, masyarakat kini cenderung mengandalkan gawai sebagai lensa utama dalam memandang dunia, meskipun informasi yang diterima belum tentu sahih.

“Kita buka handphone, muncul banyak informasi tanpa tahu validitasnya—hoaks, disinformasi, semuanya bercampur,” tambahnya.

Ia menilai bahwa tantangan ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh Dewan Pers. Perlu keterlibatan aktif dari insan pers, pendidik, kementerian, hingga perusahaan platform digital untuk mendorong literasi media serta membersihkan ruang publik dari konten tak bermutu.

“Kita butuh main cleansing—membersihkan ruang publik dari wacana yang tidak sehat. Ini soal ketahanan masyarakat dalam menghadapi arus informasi yang kadang menyesatkan,” tegasnya.

Sertijab ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Ketua Komisi Yudisial Amzulian Rifai, dan Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho.

Berikut susunan lengkap pengurus Dewan Pers periode 2025–2028:

Ketua: Komaruddin Hidayat

Wakil Ketua: Totok Suryanto

Komisi-Komisi:

  • Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers: Muhammad Jazuli
  • Komisi Hukum dan Perundang-undangan: Abdul Manan
  • Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi: Busyro Muqoddas
  • Komisi Kemitraan dan Hubungan Antarlembaga: Rosarita Niken Widiastuti
  • Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi: Yogi Hadi Ismanto
  • Komisi Informasi dan Komunikasi: Maha Eka Swasta
  • Komisi Digital dan Sustainability: Dahlan Dahi

Dengan susunan kepengurusan baru yang lintas pengalaman dan latar belakang, Dewan Pers diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah jurnalisme sekaligus membangun masyarakat yang melek informasi dan tangguh terhadap hoaks. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

29 minutes ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

3 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

4 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

23 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.