Karena itu, setiap pelanggan perlu menjalani penilaian kondisi tubuh sebelum program latihan disusun. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari standar operasional yang diterapkan Casa Pilates agar latihan tidak diberikan secara seragam kepada semua orang.
“Setiap orang punya permasalahan yang berbeda. Ada yang mengalami keluhan di leher, ada juga yang bermasalah di bagian tubuh lain. Jadi, kami harus mengecek posturnya terlebih dahulu, baru menentukan program yang sesuai,” paparnya.
Pendekatan personal itu juga diterapkan pada layanan privat. Program latihan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan individu, sehingga instruktur dapat lebih fokus mengawasi teknik serta perkembangan peserta.
Casa Pilates turut memberikan perhatian pada kelompok usia yang lebih senior. Peserta berusia 60 tahun ke atas, misalnya, disarankan mempertimbangkan kelas privat agar latihan dapat dipantau secara lebih intensif sesuai kondisi fisik masing-masing.
Konsistensi Jadi Kunci
Dalam menjalani program Pilates, konsistensi menjadi salah satu faktor penting untuk melihat perkembangan kemampuan tubuh. Casa Pilates merekomendasikan rutinitas latihan sekitar dua kali seminggu, dengan durasi kurang lebih satu jam per sesi, sesuai kondisi dan kebutuhan peserta.
Natasha menyebut, sebagian pelanggan dapat mulai merasakan perubahan setelah beberapa kali latihan. Bahkan, sekitar 10 sesi bisa menjadi salah satu tolok ukur awal bagi peserta untuk mengevaluasi perkembangan, meski hasilnya berbeda-beda pada setiap individu.
Bagi Casa Pilates, tujuan akhirnya bukan sekadar membuat pelanggan rutin datang ke studio. Lebih dari itu, Natasha ingin membangun kebiasaan berolahraga yang membantu masyarakat lebih memahami kondisi tubuhnya sendiri.
Dengan suasana yang hangat, kelas berkapasitas kecil, serta program yang dirancang berdasarkan kebutuhan individu, Casa Pilates menawarkan alternatif bagi masyarakat Surabaya Barat yang ingin menjaga kebugaran sekaligus memberikan perhatian lebih pada postur tubuh.
Di tengah kesibukan sehari-hari, studio ini membawa pesan sederhana: olahraga bukan hanya tentang bergerak, tetapi juga tentang mengenali kebutuhan tubuh dan menyediakan waktu untuk merawat diri. (dite)


