Categories: Lifestyle

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

METROTODAY SURABAYA – Kemajuan ilmu kedokteran gigi anak terus melahirkan inovasi yang lebih aman bagi si kecil.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA., memaparkan hasil riset terbarunya yang memanfaatkan air liur untuk mendeteksi tumbuh kembang gigi anak, termasuk bagi anak dengan kondisi Down Syndrome.

Metode ini diproyeksikan menggantikan foto rontgen yang selama ini digunakan namun memiliki risiko paparan radiasi.

Selama ini, penentuan waktu tumbuh gigi serta momen tepat tindakan medis kerap mengandalkan foto rontgen. Padahal, paparan radiasi pada anak-anak sebisa mungkin dihindari.

Melalui riset ini, Prof. Sindy memanfaatkan hormon Dehydroepiandrosterone Sulfate (DHEAS) dalam air liur yang kadarnya meningkat seiring pematangan tubuh anak.

“Dengan kita pakai hormon yang ada di air liur ini, penelitian bisa dilakukan secara non-invasif. Biasanya kalau kita mau lihat giginya kapan tumbuh, kita foto rontgen, namun itu kan ada paparan radiasi yang ingin kita hindari pada anak-anak,” ujar Prof. Sindy, Selasa (4/8).

Riset ini tidak berhenti di laboratorium. Prof. Sindy menargetkan terciptanya alat ukur mandiri berupa diagnostic kit yang praktis digunakan layaknya tes kehamilan.

“Sebenarnya riset ini mau diarahkan untuk membuat diagnostic kit, yaitu alat yang bisa dipakai langsung oleh praktisi di lapangan seperti tes kehamilan. Begitu air liurnya diteteskan, kita bisa langsung melihat dan memprediksi kapan gigi anak akan tumbuh. Namun, memang prosesnya masih agak panjang karena kita mesti membuat alatnya terlebih dahulu,” tuturnya.

Selain riset, Prof. Sindy juga membagikan panduan menjaga kesehatan gigi anak. Ia menjelaskan terjadinya gigi berlubang dipengaruhi empat faktor: kualitas gigi, lingkungan, mikroorganisme, dan waktu.

Kebiasaan anak tidur sambil minum susu dapat memicu kerusakan gigi depan yang dikenal sebagai nursing bottle syndrome.

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

29 minutes ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

58 minutes ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

2 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

10 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

13 hours ago

Jatim Segera Punya Embarkasi Baru di Bandara Dhoho Kediri, Ringankan Beban Juanda dan Asrama Haji Surabaya

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara…

14 hours ago

This website uses cookies.