Karya mahasiswa DKV Unesa dipamerkan di salah satu mal di Surabaya. Sentuhan rebranding produk menjadi semangat dalam menghargai produk lokal. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Sejumlah karya seni dan desain pengembangan produk unggulan daerah, mulai dari makanan hingga kerajinan budaya ditampilkan dalam pameran bertajuk Nadi.
Kegiatan yang digelar mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini berlangsung di Mal BG Junction Surabaya, sebagai wujud kepedulian generasi muda dalam melestarikan dan memajukan produk serta budaya lokal.
Ketua Pelaksana Pameran, Savinka Rahma Maulidya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil tugas belajar mahasiswa angkatan 2024 yang kini menempuh semester empat.
“Pameran ini diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2024 atau semester empat, dengan jumlah peserta sekitar 196 orang dan tersedia 36 stan pameran,” ungkap Savinka, Selasa (16/6).
Fokus utama pameran tahun ini adalah penataan ulang identitas merek produk unggulan dari 14 daerah, sebagian besar berada di wilayah Jawa Timur seperti Surabaya, Malang, Madura, Lamongan, Tuban, dan Sidoarjo. Tim memilih produk yang selama ini kurang dikenal atau pemasarannya belum maksimal.
“Kami memilih produk yang selama ini kurang dikenal atau pemasarannya belum maksimal. Salah satu contohnya adalah kerupuk tripang. Selama ini produk itu lebih disukai oleh kalangan usia lanjut, sehingga kami berusaha mendesain ulang tampilannya agar lebih menarik bagi anak muda dan tetap menghargai warisan kuliner daerah,” jelasnya.
Pameran Stendal Exhibition ini telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya. Jika tahun sebelumnya lebih menitikberatkan pada pengenalan identitas kota, tahun ini konsep diubah agar memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha kecil.
“Kami ingin dampaknya bisa terasa oleh UMKM di sekitar kita. Tema yang lebih spesifik ini membuat kami lebih fokus mengerjakan satu hal, tidak terlalu luas seperti saat membahas keseluruhan aspek sebuah kota,” harapnya.
Selain merancang desain baru, para mahasiswa juga menjalin kerja sama langsung dengan pelaku usaha, salah satunya Anyara Sang Bambu, produk kerajinan berbahan dasar bambu. Seluruh proses pengembangan desain dan konsep dikerjakan sesuai bidang keilmuannya.
Page: 1 2
Menyikapi peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Tanjung Perak terkait…
Jelang laga pembuka Grup I melawan Prancis, Rabu (17/6) dinihari WIB, skuad berjuluk Singa Teranga…
Guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 melanda wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa…
Pertandingan Iran melawan Selandia Baru pada laga Grup G Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu…
Uruguay gagal memanfaatkan status unggulan saat menghadapi Arab Saudi pada laga perdana Grup H Piala…
Nama Vozinha mendadak menjadi perbincangan dunia setelah tampil luar biasa saat Tanjung Verde menahan imbang…
This website uses cookies.