“Suasananya saya lihat cukup ramai dan seru banget. Banyak anak kecil, remaja, sampai orang tua berkumpul di sini. Menyenangkan sekali karena ada live music-nya juga, jadi kita bisa kulineran bareng keluarga atau teman dengan santai,” ungkap Audina antusias.
Daya tarik utama yang membuatnya dan teman-temannya penasaran datang tak lain adalah deretan kuliner tradisional. Di tengah gempuran makanan modern, ia melihat makanan lokal sebagai sesuatu yang unik berpadu dengan suasana cangkrukan.
“Tertarik ke sini karena kulinernya sih, Kak. Kebetulan tadi kami sudah mencoba nasi pecelnya. Rasanya enak banget, pas dinikmati sore-sore seperti ini,” ungkapnya.
Audina pun berharap Pemkot Surabaya lebih sering menghadirkan acara bernuansa tradisional nan hangat ini agar generasi sebayanya tetap mengenal akar budaya.
“Harapannya, event seperti ini bisa lebih sering diadakan. Supaya generasi muda dan anak-anak kecil sekarang bisa tahu, kenal, dan tidak lupa dengan permainan serta makanan tradisional asli kita,” pungkasnya. (ahm)
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Timur I bersama KPPBC TMP…
Keluarga besar Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia Cabang Surabaya melanjutkan tradisi kepedulian sosial.
Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi merilis rangkaian agenda dan ketentuan teknis pelaksanaan perhelatan…
PBNU resmi menghadirkan terobosan berbasis teknologi digital dalam penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren…
Tugas pemimpin bukan membuat dirinya semakin dibutuhkan. Tugasnya adalah membuat semakin banyak orang mampu berpikir,…
Rangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif menyemarakkan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan ke-81 Republik…
This website uses cookies.