Categories: Lifestyle

Pameran Hidden Potion Angkat Tema Relasi Manusia dan Memori di Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Pameran seni rupa bertajuk Hidden Potion yang menampilkan karya dari lima perupa dengan total 26 karya dapat dinikmati dengan suguhan karakteristik dari perupa.

Perupa yang karya-karyanya ditampilkan adalah Ahmad Fahrizal Irsadi, Septian Adi Perdana, Putri Setyowati, Yotandh, dan Izzar Fakhruddin – lima seniman dengan pendekatan dan latar yang beragam.

Menurut inisiator pameran, Rahma Tussofiyah, hidden potion sebagai ruang pertemuan antara rasa, ingatan, dan proses kreatif. Setiap karya dihadirkan sebagai bagian dari perjalanan yang saling terhubung, sekaligus membuka ruang refleksi bagi pengunjung untuk menemukan makna personal di dalamnya.

“Melalui pameran ini, karya seni dipahami sebagai hasil dari pengalaman hidup, ingatan, dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya, Minggu (25/1).

Lebih lanjut ia menjelaskan karya-karya yang ditampilkan lahir dari keseharian, isu personal, serta budaya visual yang dekat dengan kehidupan masa kini, dengan beragam teknik, gaya, dan medium yang digunakan para seniman untuk menyampaikan gagasan masing-masing.

“Secara umum, hidden potion mengangkat tema relasi manusia, memori, imajinasi, dan pengalaman emosional. Figur, humor, dan referensi budaya kontemporer menjadi bagian dari bahasa visual yang digunakan, sehingga karya terasa dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Pengunjung saat melihat karya dari perupa yang ditampilkan di ARTSPACE lantai UG Artotel TS Suites Surabaya. (Foto: istimewa)

Pameran ini juga mengajak pengunjung untuk melihat karya seni tidak hanya sebagai objek visual, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan dialog.

Sementara itu General Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya, Teddy Patrick, menjelaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung perkembangan seni rupa kontemporer.

“Melalui pameran kali ini, kami ingin menjadi wadah bagi seniman dan publik untuk saling bertemu, berdialog, dan mengapresiasi karya seni. Kami berharap pameran ini dapat memperkaya ekosistem kreatif di Surabaya,” ujarnya.

Pameran tersebut bertempat di ARTSPACE lantai UG Artotel TS Suites Surabaya, dan akan berlangsung hingga 26 April 2026 mendatang. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sidang Isbat Tetapkan 1 Ramadan 2026 pada Kamis, Muhammadiyah Tarawih Malam Ini

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh…

2 hours ago

Rukyatul Hilal Ramadan 1447 H Dipantau di 21 Kabupaten/Kota di Jatim Hari Ini, Kemenag: Awal Puasa Mungkin 19 Februari

Pemerintah akan melaksanakan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Ramadan 1447 Hijrah Selasa (17/2). Hasil…

11 hours ago

Ramadan dan Jejak Aktivis: Merawat Nilai di Tengah Perubahan Peran

BAIT itu seperti mesin waktu. Begitu terdengar, kenangan langsung bergerak mundur ke masa silam. Bukan…

12 hours ago

Ramalan Tahun Kuda Api 2026: Ekonomi Ketat tapi Banyak Peluang, Kendalikan Emosi dan Ambisi

Imlek tahun 2577 Kongzili atau 2026 memasuki tahun kuda api, dipercaya sebagai simbol kebebasan semangat…

12 hours ago

Banjir di Osowilangun Disebabkan Saluran Tersumbat Sampah, Pemkot Surabaya Lakukan Pembersihan

Banjir melanda kawasan Osowilangun akibat hujan berintensitas tinggi yang diperparah oleh kenaikan muka air laut.…

12 hours ago

Truk Ekspedisi Terguling di Jalan Menur Pumpungan Surabaya, Pengemudi Mengantuk Tabrak Pohon

Truk pengangkut barang ekspedisi tiba-tiba terguling di Jalan Menur Pumpungan, Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya,…

15 hours ago

This website uses cookies.