Categories: Lifestyle

Kenapa Lagu Mangu dari Fourtwnty Bisa Viral di Medsos? Ini Dia Rahasianya

METROTODAY, SURABAYA – Belakangan ini, lagu Mangu dari band indie Indonesia, Fourtwnty, kembali mencuri perhatian publik dan menjadi viral di berbagai platform, terutama di TikTok dan Instagram.

Lagu yang berkolaborasi dengan Charita Utami ini sebetulnya sudah rilis di tahun 2023 dalam album Nalar. Kemudian, lagu ini tiba-tiba kembali meledak di tahun 2024 hingga 2025 ini.

Lantas, apa faktor yang membuat lagu ini bisa viral dan banyak digunakan untuk berbagai konten sosial media?

Viralnya lagu ini bermula saat salah satu peserta Indonesian Idol, Angie Carvalho, menyanyikan penggalan lagu ini pada episode ke-18 dalam acara Idolyfe musim ke-6.

Karena pembawaannya yang berbeda dari lagu orisinalnya dan membuat banyak orang merasa relate dengan keadaan, lagu ini akhirnya banyak bermunculan di konten sosial media sejak Maret 2025.

Karena lagu ini mulai menjadi tren di sosial media, Mangu berhasil menduduki peringkat 1 di playlist Top 50 Indonesia dan peringkat 11 di Top 50 Global.

Lirik yang Puitis dan Relatable

Seperti lagu-lagu milik Fourtwnty lainnya, Mangu memiliki sentuhan magis dari liriknya yang puitis dan menyentuh bagi pendengarnya.

Lagu ini mengandung makna untuk melepaskan orang terkasih karena keadaan yang tidak sepaham atau sudah berbeda prinsip. Dari lirik verse pertama pun sudah menunjukkan isi dari lagu ini.

Suatu malam Adam bercerita
Hawa-nya tak lagi di jalur yang sama
Bacaan dan doa yang mulai berbeda
Ego dan air mata kita bicara

Liriknya yang dianggap relatable bagi orang yang harus melepas atau berpisah dengan orang terkasihnya karena sudah tidak bisa bersatu lagi akibat perbedaan prinsip atau pandangan.

Bagi orang yang berada di fase patah hati dan mencoba menerima kepergian seseorang, lagu ini mampu menyentuh emosi pendengar.

Tidak hanya dari segi lirik, lagu ini juga dibalut dengan nuansa akustik yang membuat pendengarnya merasa nyaman.

Seperti perpaduan petikan gitar dan suara hujan di intro lagu yang membuat suasana lagu menjadi melankolis sejak awal. Kemudian di sepanjang lagu, alunan yang melankolis itu berpadu dengan vokal Ari Lesmana yang syahdu membuat lagu ini terdengar sangat harmonis.

Jenis musik seperti ini sangat cocok untuk menemani aktivitas seperti membaca, berkendara pada saat malam hari, atau sekadar merenung sebelum tidur.

Tak heran, banyak orang menggunakan lagu ini sebagai latar belakang konten slow motion, cerita tentang patah hati, atau video sedang healing.

Didukung Tren Konten Sadcore, Healing dan Algoritma TikTok

Popularitas lagu Mangu juga tidak lepas dari tren konten sadcore di media sosial, yaitu konten yang melibatkan visual estetik ala sinema, slow motion, dan narasi yang mengandung cerita emosional.

Banyak pengguna TikTok dan atau Instagram reels yang menggunakan potongan lagu ini sebagai backsound untuk video healing ke pegunungan, pantai, atau bahkan saat mereka sedang duduk merenung.

Kemudian, faktor lain yang tidak bisa diabaikan adalah algoritma TikTok yang sangat efektif dalam mempercepat penyebaran konten.

Semakin banyak orang menggunakan lagu ini dalam konten mereka, semakin besar kemungkinan lagu tersebut akan muncul di For You Page (FYP) pengguna lain. Efek domino ini mempercepat proses viral, meskipun lagunya bukan rilisan baru.

Identitas Band yang Kuat

Fourtwnty bukanlah nama baru di industri musik Indonesia. Mereka sudah dikenal sebagai band indie yang konsisten dengan gaya dan warna musik mereka.

Penggemar mereka dikenal setia dan turut membantu menyebarkan lagu ini kembali ke radar publik.

Kombinasi antara loyalitas fans, kualitas lagu dan momentum sosial media menjadi senjata ampuh yang membuat Mangu bisa viral di berbagai platform.

Lagu Mangu tidak hanya viral karena musiknya yang enak didengar, tapi karena lagu ini membawa emosi yang mendalam yang dirasa bisa relatable dengan banyak orang.

Lagu ini menjadi sebuah refleksi dari hati yang belajar untuk melepaskan kecintaannya dengan ikhlas. Selain itu, musiknya yang melankolis cocok untuk dimasukkan ke dalam konten-konten sadcore dan healing. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Belum Ada Kepastian Lawan, Persebaya Siapkan Diri Menuju Piala Presiden dan Super League

Persebaya Surabaya mulai menyusun rangkaian persiapan matang menyongsong kompetisi mendatang. Tim berjuluk Bajul Ijo ini…

4 hours ago

Operasional Haji Selesai, Masih Ada 19 Orang yang Dirawat di RS Arab Saudi dan RS Haji Surabaya

Rangkaian operasional ibadah haji tahun 2026 secara resmi selesai. Meskipun seluruh jemaah sudah kembali ke…

5 hours ago

Cak Eri Kecam Ayah yang Hamili Anak Kandung di Surabaya, Minta Dihukum Maksimal

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengecam keras tindakan keji yang dilakukan oleh seorang ayah yang…

5 hours ago

Momen Haru Penutupan Haji di Surabaya: Menhaj Irfan Yusuf Lepas Rompi, Teteskan Air Mata dan Sujud Syukur

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, tak kuasa menahan haru hingga meneteskan air…

1 day ago

Benteng Alpen Tak Lagi Rapuh! Swiss Tendang Aljazair Pulang, Sejarah 88 Tahun Akhirnya Runtuh

Swiss akhirnya mematahkan kutukan panjang mereka di fase gugur Piala Dunia. Bertanding menghadapi Aljazair pada…

2 days ago

Warga Gebang Lor Surabaya Belum Terlayani PDAM, Pengeluaran Bertambah untuk Beli Air Bersih

Pesatnya perkembangan Kota Surabaya yang merupakan ibu kota Jawa Timur ternyata masih terdapat sejumlah warga…

2 days ago

This website uses cookies.