View Telaga Madiredo di Pujon, Malang.(Dwi Shintia/Metro Today)
METROTODAY, MALANG – Ingin healing namun tidak ingin mengunjungi tempat yang penuh keramaian? Pingin ke Malang atau Batu tapi enggan mendatangi lokasi-lokasi viral yang sesak dengan pengunjung?
Berniat mencari tempat liburan yang sejuk, tenang, dan menyegarkan mata? Agrowisata Telaga Madiredo di Dusun Lebo, Pujon, Kabupaten Malang, bisa jadi pilihan yang tepat. Dengan harga tiket masuk yang sangat terjangkau—hanya Rp15.000 per orang—pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang spektakuler dan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk kota.
Respons Tarif Trump: RI Siapkan Negosiasi, Jaring Masukan dari Asosiasi Industri
Telaga Madiredo dikenal dengan airnya yang jernih dan dingin, sangat pas untuk melepas penat setelah perjalanan panjang. Saking jernihnya, kamu bisa melihat banyak ikan berenang bebas di dalam telaga. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga maupun wisatawan yang suka menikmati keindahan alam tanpa banyak rekayasa.
Agrowisata ini dikelilingi oleh lanskap hijau perbukitan yang menenangkan. Udara yang sejuk dan segar khas pegunungan membuat siapa pun betah berlama-lama di sini. Cocok untuk piknik santai, healing dari rutinitas, hingga jadi spot foto yang Instagramable banget.
Selain telaga, kawasan ini juga menyuguhkan suasana pedesaan yang asri dan alami. Kamu bisa sekadar duduk menikmati pemandangan, atau berinteraksi dengan warga lokal yang ramah. Tak heran kalau banyak yang menyebut Telaga Madiredo sebagai “permata tersembunyi.”
Harga BBM Pertamina, Shell dan BP Stabil Usai Lebaran, Vivo Turun untuk RON 90
Namun, untuk mendapatkan “kemewahan” Madiredo, ada beberapa tips. Satu yang paling penting adalah datang saat pagi. Lokasi wisata ini buka pukul 08.00 sampai sore. Saat pagi, masih belum banyak pengunjung yang datang. Anda serasa berada di pemandian milik pribadi. Selain itu, untuk memastikan jam operasional, Anda bisa memantau akun IG Madiredo.
Usai Libur Lebaran, Persebaya Sprint di 7 Pertandingan Terakhir Raih Posisi Terbaik
Abimayu, salah seorang pengunjung yang dijumpai pekan lalu di Madiredo mengaku dia pun baru tahu ada telaga ini setelah tidak sengaja melewatinya saat berpergiaan bersama rekan-rekannya ke Pujon. ”Pas masuk ternyata bagus sekali. Ini jadi saya kesini lagi sama keluarga besar,” ujar Abimayu yang tinggal di Kota Malang itu. (*)
Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…
BRI menyalurkan bantuan paket sembako kepada sembilan panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial anak, dan gereja…
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menyiapkan sistem informasi khusus untuk mendata dan…
Perwakilan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menemui Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn…
Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh PKB Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi…
This website uses cookies.