METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 13.657 jemaah haji dengan 36 kloter asal Embarkasi Surabaya atau 31 persen dari total keseluruhan rombongan telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga Jumat (1/5). Meskipun demikian, terdapat dua orang yang diputuskan tidak dapat melaksanakan ibadah tahun ini karena alasan kesehatan.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam menyampaikan, selain yang sudah berangkat, masih ada enam orang yang proses keberangkatannya ditunda di daerah asal dan sembilan orang lainnya yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya.
“Yang batal berangkat ada dua orang. Satu karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, sedangkan yang lainnya karena sedang hamil. Untuk yang sakit berasal dari Pasuruan, usianya 73 tahun dan tergabung dalam kloter 6. Sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Haji. Sementara jemaah yang sedang hamil berasal dari Lamongan, berusia 43 tahun dan masuk dalam kloter 36,” jelas Anam.
Ia menambahkan, kondisi kehamilan tersebut baru diketahui saat dilakukan pemeriksaan ulang di Asrama Haji. Padahal pada saat pemeriksaan awal di daerah asal, calon jemaah tersebut belum dalam keadaan hamil.
Hal ini menjadi bukti bahwa kondisi kesehatan seseorang dapat berubah sewaktu-waktu selama masa persiapan yang berlangsung sekitar dua bulan lamanya.
“Kehamilannya sudah berusia 6 sampai 7 minggu, sehingga sesuai ketentuan yang berlaku dinyatakan tidak laik untuk melakukan perjalanan jauh menggunakan pesawat. Keputusan ini sudah diterima dengan baik oleh yang bersangkutan. Bahkan suaminya tetap dapat berangkat dan menjalankan ibadah haji,” ungkapnya.
Anam juga mengingatkan bahwa pelaksanaan ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang kuat dan sehat karena banyak rangkaian kegiatan yang membutuhkan tenaga.
Ia mencontohkan kejadian pada tahun sebelumnya, di mana ada jemaah yang sudah dinyatakan sehat dan layak berangkat, namun akhirnya mengalami kelahiran bayi secara prematur karena kondisi tubuh yang kurang terjaga.
“Kami selalu menyampaikan kepada seluruh calon jemaah bahwa ini adalah kegiatan yang mengandalkan kekuatan fisik. Oleh karena itu, menjaga kesehatan harus menjadi hal yang paling utama,” tegasnya.
Anam menyampaikan informasi bahwa saat ini suhu udara di Madinah mencapai 36 derajat celcius. Suhu ini terjadi seiring dengan pergantian musim dari dingin menuju panas, namun belum mencapai titik paling tinggi.
Berbeda lagi dengan kondisi di Mekkah yang diperkirakan akan terasa lebih panas, sementara wilayah Taif justru memiliki udara yang sejuk dan segar.
“Perbedaan dan perubahan cuaca yang cukup signifikan ini membuat kami menghimbau agar jemaah tetap menjaga kesehatan fisik maupun mentalnya, terutama menjelang puncak ibadah nanti. Persiapan yang matang akan membuat seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, aman, dan nyaman,” pungkasnya. (ahm)

