Simulasi yang dilakukan oleh PPIH Embarkasi Surabaya jelang kedatangan jemaah haji , Selasa (21/4). (FOTO: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Menjelang kedatangan calon jemaah haji (CJH) kloter awal dari Kabupaten Probolinggo pada Selasa (21/4), Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menggelar simulasi penuh.
Latihan ini mencakup seluruh alur mulai dari proses di asrama hingga perjalanan menuju Bandara Internasional Juanda menggunakan bus.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan menguji kesiapan teknis dan waktu tempuh agar pelayanan nantinya berjalan lancar.
“Simulasi meliputi aspek loading penumpang ke bus, kemudian dari bus dibawa ke bandara, masuk ke proses Makkah Route atau fast track. Untuk Makkah Route saat ini sudah 100 persen siap,” ujar Anam, Senin (20/4).
Dari hasil simulasi, total waktu yang dibutuhkan mulai dari persiapan di asrama hingga rombongan tiba di bandara tercatat sekitar 90 menit atau satu setengah jam.
Proses Cepat di Asrama, Seremonial Dilarang
Demi kenyamanan jemaah yang sudah menempuh perjalanan jauh dari daerah asal, PPIH menerapkan sistem One Stop Service (OSS). Seluruh verifikasi dan pemeriksaan diselesaikan di asrama, sehingga di bandara jemaah tidak perlu diperiksa berulang kali.
Waktu penyelesaian di asrama ditargetkan maksimal 1,5 hingga 2 jam. Untuk mempercepat proses, seluruh acara seremonial yang tidak mendesak ditiadakan.
“Kita mengerti jemaah ini sudah transportasi dari daerah memakan waktu. Sehingga kita harap prosesnya 1,5 sampai 2 jam. Dan sudah kita larang melakukan seremonial-seremonial tertentu di sini,” tegasnya.
Tahun ini terdapat kebijakan baru yang diuji dalam simulasi, yaitu penyaluran perlengkapan ibadah atau nusuk. Jika sebelumnya dibagikan di Arab Saudi, kini akan langsung diberikan saat jemaah tiba di asrama.
“Yang terbaru adalah pembagian nusuk yang sebelumnya di Madinah atau Makkah, tahun ini dibagikan di asrama haji sebelum berangkat. Kalau tidak disimulasi takutnya nanti jadi masalah saat pelaksanaan,” jelas Anam.
Selain perlengkapan, uang biaya hidup atau living cost sebesar 750 Riyal Saudi (sekitar Rp 3,4 juta) juga akan diserahkan langsung di asrama.
“Nanti begitu datang, jemaah dapat kamar, makan, cek kesehatan, lalu dapat paspor, living cost, gelang, dan pas bandara. Insyaallah semua siap,” pungkasnya. (ahm)
Solidaritas ditunjukkan pelajar SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo dalam menghadapi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru. Sejumlah…
Dugaan percobaan penarikan paksa kendaraan oleh debt collector kembali terjadi di Surabaya. Seorang warga, Andy…
Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis solar dan bensin RON 98 mengalami lonjakan di…
Menjelang keberangkatan haji tahun ini pada 22 April, kondisi kesehatan para calon jemaah dinilai jauh…
Persebaya Surabaya terus memperkuat fondasi pembinaan usia dini melalui program Persebaya Academy Football Festival. Ajang…
Pemberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci tinggal hitungan hari. Selain bimbingan dari KBIHU, Kementerian Haji…
This website uses cookies.