Categories: Kabar Haji

Tak Punya Uang saat Mau Berangkat, Penjual Pentol Asal Ngawi Ini Bisa Umrah 25 Kali selama Berhaji

METROTODAY, SURABAYA – Pasutri Sumino dan Nur Hasanah mengucapkan rasa syukur tak terkira atas karunia yang Allah SWT telah berikan tahun ini, yakni bisa berangkat ke tanah suci.

Mereka berdua tergabung dalam kloter 54 asal Ngawi dan tiba di Asrama Haji Surabaya pada Sabtu (28/6) pukul 21.15 WIB.

Sumino menceritakan ia dan istrinya sehari-hari berjualan pentol. “Merupakan suatu anugrah yang luiar biasa, kami yang hanya penjual pentol ini dapat menjadi tamu Allah ke baitullah,” ungkap Sumino dengan haru.

Sumino menceritakan jika waktu pagi, pentolnya dititipkan di sekolahan sedangkan pada malam hari, ia mangkal depan Kantor Polsek Jogorogo, Ngawi.

“Selepas shalat ashar hingga jam 12 atau jam 1 malam, saya, istri, dibantu anak-anak juga, berjualan di pinggir jalan, depan Polsek Jogorogo,” terang ayah dari 5 anak ini.

Sumino menceritakan, sejak awal membina rumah tangga dengan Nur Hasanah pada 2004, mereka berdua sepakat untuk berikhtiar mendaftar haji.

“Untuk mewujudkan mimpi tersebut, kami setiap hari rutin menabung di rumah, tidak tentu. Seringnya 10 ribu perhari. Kalau mampunya 5 ribu ya ribu. Kalau dapat rezeki banyak, ya banyak nabungnya,” tuturnya.

Uang tabungannya ketika terkumpul jumlah yang cukup banyak, mereka kembangkan dulu untuk menyewa sawah.

“Setelah pagi titip pentol di sekolah, kami ke mengerjakan sawah yang kami sewa,” tuturnya

Ketika terkumpul 50 juta, mereka segera mendaftarkan diri untuk berhaji pada bulan Mei tahun 2012.

“Alhamdulillah setelah sempat tertunda karena pandemi COVID-19, kami tahun ini bisa berangkat,” tuturnya.

Baik Sumino maupun Nur Hasanah merasa bersyukur karena dapat melakukan prosesi ibadah haji dengan lancar.

“Kami di Makkah bisa melakukan umrah sunnah sebanyak 25 kali. Kami niati untuk membadalkan orang tua, kakek nenek, dan saudara-saudara kami,” kenangnya penuh rasa Syukur.

Sumino berharap agar orang lain yang hidupnya pas-pasan seperti dirinya tidak berputus asa dan berusaha terus dapat menunaikan kewajiban rukun Islam kelima.

Ia mengaku tidak memiliki uang jelang keberangkatannya. “Alhamdulillah ada orang baik yang memberikan kami uang saku baik ketika mau berangkat maupun selama di Tanah Suci, kami benar-benar merasa terbantu,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

12 minutes ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

1 hour ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

2 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

2 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

3 hours ago

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Perkampungan dan Jalan Raya di Surabaya Terendam Banjir

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…

4 hours ago

This website uses cookies.