Keliling Kota Piala Dunia #15: Toronto, Menikmati Matahari Terik di Danau Ontario sambil Mengunyah Peamel Bacon Sandwich

METROTODAY, TORONTO – Sebagai kota terbesar di Kanada, Toronto akan menjadi salah satu pusat perhatian dunia saat Piala Dunia 2026 berlangsung. Kota di Provinsi Ontario ini dikenal sebagai salah satu kota paling multikultural di dunia, dihuni oleh masyarakat dari lebih dari 200 latar belakang etnis. Perpaduan budaya tersebut melahirkan ragam kuliner internasional, ikon arsitektur modern, serta destinasi wisata yang menjadikan Toronto sebagai gerbang utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Kanada.

Selama Piala Dunia 2026, perhatian para pencinta sepak bola akan tertuju pada BMO Field. Stadion yang menjadi markas klub MLS Toronto FC tersebut memiliki kapasitas sekitar 45.700 penonton setelah menjalani renovasi dan penambahan tribun sementara khusus untuk Piala Dunia. Berlokasi di kawasan Exhibition Place di tepi Danau Ontario, BMO Field hanya berjarak sekitar 15 menit dari pusat Kota Toronto sehingga mudah dijangkau wisatawan.

Selain menyaksikan pertandingan sepak bola, para suporter juga dapat menikmati berbagai kuliner khas yang menjadi profil Toronto dan Kanada.

Kuliner pertama yang wajib dicoba adalah Peameal Bacon Sandwich. Hidangan ini dianggap sebagai ikon kuliner Toronto, berupa irisan daging bacon tanpa asap yang dilapisi tepung jagung, kemudian dipanggang dan disajikan di dalam roti. Salah satu tempat paling terkenal untuk menikmatinya adalah St. Lawrence Market. Harga satu porsi umumnya berkisar 10 hingga 16 dolar Kanada (Rp120 ribu hingga Rp195 ribu).

Rekomendasi kedua adalah Poutine. Meski berasal dari Provinsi Quebec, hidangan berupa kentang goreng yang disiram saus gravy dan keju dadih ini telah menjadi makanan favorit di seluruh Kanada, termasuk Toronto. Berbagai restoran menambahkan topping seperti daging sapi asap atau ayam goreng untuk memperkaya cita rasanya. Harga satu porsi biasanya berada pada kisaran 9 hingga 18 dolar Kanada (Rp110 ribu hingga Rp220 ribu).

Kuliner ketiga adalah Butter Tart. Kue tradisional Kanada ini memiliki isian mentega, gula, dan sirup dengan tekstur lembut serta rasa manis yang khas. Butter Tart banyak dijual di toko roti maupun pasar tradisional di Toronto. Harga per buah berkisar 3 hingga 6 dolar Kanada (Rp36 ribu hingga Rp73 ribu).

Selain berburu kuliner, Toronto juga menawarkan berbagai destinasi wisata kelas dunia yang dapat dikunjungi sebelum maupun sesudah pertandingan.

Destinasi pertama adalah CN Tower. Menara setinggi 553 meter ini merupakan ikon paling terkenal di Kanada. Dari dek observasi, wisatawan dapat menikmati panorama Kota Toronto dan Danau Ontario, bahkan mencoba pengalaman berjalan di atas lantai kaca atau EdgeWalk bagi pencari adrenalin. Tiket masuk dek observasi umumnya berkisar 45 hingga 65 dolar Kanada (Rp550 ribu hingga Rp790 ribu).

Rekomendasi kedua adalah St. Lawrence Market. Pasar bersejarah yang telah berdiri sejak awal abad ke-19 ini menjadi surga kuliner lokal. Selain mencicipi Peameal Bacon Sandwich, wisatawan dapat membeli keju, daging, makanan laut, hingga suvenir khas Kanada. Masuk ke area pasar gratis, sementara dana aman untuk menikmati kuliner biasanya berkisar 15 hingga 40 dolar Kanada (Rp180 ribu hingga Rp490 ribu), tergantung pilihan makanan.

Pilihan wisata ketiga adalah Ripley’s Aquarium of Canada. Akuarium modern yang berada tepat di samping CN Tower ini menampilkan lebih dari 20.000 satwa laut dari berbagai belahan dunia, termasuk terowongan bawah air yang menjadi favorit pengunjung. Harga tiket masuk dewasa umumnya berkisar 45 hingga 60 dolar Kanada (Rp550 ribu hingga Rp730 ribu), bergantung pada hari dan waktu kunjungan.

Bagi para suporter yang datang ke Toronto untuk menyaksikan Piala Dunia 2026, kota ini menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Menonton pertandingan di BMO Field dapat dipadukan dengan menikmati Peameal Bacon Sandwich yang menjadi kebanggaan Toronto, mencicipi Poutine khas Kanada, hingga menikmati panorama spektakuler dari CN Tower. (eza)

METROTODAY, TORONTO – Sebagai kota terbesar di Kanada, Toronto akan menjadi salah satu pusat perhatian dunia saat Piala Dunia 2026 berlangsung. Kota di Provinsi Ontario ini dikenal sebagai salah satu kota paling multikultural di dunia, dihuni oleh masyarakat dari lebih dari 200 latar belakang etnis. Perpaduan budaya tersebut melahirkan ragam kuliner internasional, ikon arsitektur modern, serta destinasi wisata yang menjadikan Toronto sebagai gerbang utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Kanada.

Selama Piala Dunia 2026, perhatian para pencinta sepak bola akan tertuju pada BMO Field. Stadion yang menjadi markas klub MLS Toronto FC tersebut memiliki kapasitas sekitar 45.700 penonton setelah menjalani renovasi dan penambahan tribun sementara khusus untuk Piala Dunia. Berlokasi di kawasan Exhibition Place di tepi Danau Ontario, BMO Field hanya berjarak sekitar 15 menit dari pusat Kota Toronto sehingga mudah dijangkau wisatawan.

Selain menyaksikan pertandingan sepak bola, para suporter juga dapat menikmati berbagai kuliner khas yang menjadi profil Toronto dan Kanada.

Kuliner pertama yang wajib dicoba adalah Peameal Bacon Sandwich. Hidangan ini dianggap sebagai ikon kuliner Toronto, berupa irisan daging bacon tanpa asap yang dilapisi tepung jagung, kemudian dipanggang dan disajikan di dalam roti. Salah satu tempat paling terkenal untuk menikmatinya adalah St. Lawrence Market. Harga satu porsi umumnya berkisar 10 hingga 16 dolar Kanada (Rp120 ribu hingga Rp195 ribu).

Rekomendasi kedua adalah Poutine. Meski berasal dari Provinsi Quebec, hidangan berupa kentang goreng yang disiram saus gravy dan keju dadih ini telah menjadi makanan favorit di seluruh Kanada, termasuk Toronto. Berbagai restoran menambahkan topping seperti daging sapi asap atau ayam goreng untuk memperkaya cita rasanya. Harga satu porsi biasanya berada pada kisaran 9 hingga 18 dolar Kanada (Rp110 ribu hingga Rp220 ribu).

Kuliner ketiga adalah Butter Tart. Kue tradisional Kanada ini memiliki isian mentega, gula, dan sirup dengan tekstur lembut serta rasa manis yang khas. Butter Tart banyak dijual di toko roti maupun pasar tradisional di Toronto. Harga per buah berkisar 3 hingga 6 dolar Kanada (Rp36 ribu hingga Rp73 ribu).

Selain berburu kuliner, Toronto juga menawarkan berbagai destinasi wisata kelas dunia yang dapat dikunjungi sebelum maupun sesudah pertandingan.

Destinasi pertama adalah CN Tower. Menara setinggi 553 meter ini merupakan ikon paling terkenal di Kanada. Dari dek observasi, wisatawan dapat menikmati panorama Kota Toronto dan Danau Ontario, bahkan mencoba pengalaman berjalan di atas lantai kaca atau EdgeWalk bagi pencari adrenalin. Tiket masuk dek observasi umumnya berkisar 45 hingga 65 dolar Kanada (Rp550 ribu hingga Rp790 ribu).

Rekomendasi kedua adalah St. Lawrence Market. Pasar bersejarah yang telah berdiri sejak awal abad ke-19 ini menjadi surga kuliner lokal. Selain mencicipi Peameal Bacon Sandwich, wisatawan dapat membeli keju, daging, makanan laut, hingga suvenir khas Kanada. Masuk ke area pasar gratis, sementara dana aman untuk menikmati kuliner biasanya berkisar 15 hingga 40 dolar Kanada (Rp180 ribu hingga Rp490 ribu), tergantung pilihan makanan.

Pilihan wisata ketiga adalah Ripley’s Aquarium of Canada. Akuarium modern yang berada tepat di samping CN Tower ini menampilkan lebih dari 20.000 satwa laut dari berbagai belahan dunia, termasuk terowongan bawah air yang menjadi favorit pengunjung. Harga tiket masuk dewasa umumnya berkisar 45 hingga 60 dolar Kanada (Rp550 ribu hingga Rp730 ribu), bergantung pada hari dan waktu kunjungan.

Bagi para suporter yang datang ke Toronto untuk menyaksikan Piala Dunia 2026, kota ini menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Menonton pertandingan di BMO Field dapat dipadukan dengan menikmati Peameal Bacon Sandwich yang menjadi kebanggaan Toronto, mencicipi Poutine khas Kanada, hingga menikmati panorama spektakuler dari CN Tower. (eza)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait