Categories: Fair Play

Jepang Bikin Gol Kejutan, Don Carlo Tunjukkan Kelas Brasil Sebenarnya

METROTODAY, HOUSTON – Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Jepang dengan skor 2-1 dalam laga 32 besar yang berlangsung seru di Houston Stadium, Texas, AS, Senin (29/6) waktu setempat atau Selasa dinihari WIB.

Skuad Samurai Biru sejatinya hampir saja menceritakan dongeng indah di Houston dengan menantang sang pemilik lima bintang. Jepang sama sekali tidak ciut nyali dan berani memperagakan skema high pressing yang membuat barisan pertahanan Selecao (julukan Brasil) compang-camping pada paruh pertama.

Dikabarkan oleh Al Jazeera, impian publik Tokyo membubung tinggi ketika jala Alisson Becker bergetar di menit ke-29.

Berawal dari keteledoran Danilo yang salah mengoper bola, Kaishu Sano dengan cerdik mencuri si kulit bundar dan merangsek ke ruang kosong untuk menghujamkan sepakan mendatar mematikan untuk mencetak gol internasional perdananya.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum dan membuat anak asuh Carlo Ancelotti masuk ke ruang ganti dengan muka masam.

Memasuki paruh kedua, Ancelotti tampaknya menyemprot “hairdryer treatment” yang manjur. Brasil keluar mengurung pertahanan Jepang bagai tsunami yang tak terbendung. Ketangguhan kiper Zion Suzuki yang sempat membuat frustasi Vinicius Junior akhirnya runtuh pada menit ke-56.

Lewat skema bola mati yang dieksekusi presisi oleh Gabriel Magalhaes, Casemiro memenangi duel udara untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Menariknya, melansir statistik Squawka, gol ini menobatkan gelandang tangguh tersebut sebagai pencetak gol tertua kedua (34 tahun 126 hari) bagi Brasil di panggung Piala Dunia. Hanya kalah dari rekor Bebeto saat melibas Denmark pada edisi 1998 silam.

Ketika pertandingan tampaknya bakal berlanjut ke babak perpanjangan waktu yang mengurasi energi, dewi fortuna rupanya lebih memilih mengenakan jersey kuning khas Amerika Selatan. Tepat di masa injury time ke 90+5, sebuah skema serangan balik kilat yang digagas Bruno Guimaraes berhasil membelah barisan belakang Jepang.

Bola sodorannya sukses dikontrol dengan tenang oleh pemain pengganti, Gabriel Martinelli, yang langsung melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh tanpa bisa dihalau Suzuki.

Gol dramatis ini sekaligus mengunci kemenenangan comeback 2-1 bagi Brasil, yang tercatat sebagai momentum pertama kalinya mereka membalikkan keadaan di Piala Dunia setelah tertinggal di babak pertama sejak mengandaskan Turki pada tahun 2002.

Di balik kemenangan itu, Martinelli kembali menunjukkan kualitasnya sebagai supersub. Sama halnya seperti Undav dari Jerman, penyerang berusia 25 tahun tersebut baru masuk pada babak kedua, tetapi mampu memberi luka kepada tim Nippon dengan mencetak gol kemenangan.

Bahkan dilaporkan oleh AP News, Martinelli sendiri memiliki kewarganegaraan ganda Brasil dan Italia sehingga sempat berpeluang membela Gil Azzuri (julukan Italia). Dengan rasa nasionalisme tinggi, ia tetap memilih setia mengenakan seragam kuning-hijau Amerika Selatan.

Analis media internasional melihat bagaimana ketenangan Carlo Ancelotti menjadi kunci keputusan pembalik keadaan. Pengamat dari Goal menyebut Ancelotti sebagai sosok paling kalem di dunia sepak bola.

Terbukti dari saat tertinggal di babak pertama akibat blunder lini belakang, opsi paling instan bagi pelatih lain biasanya adalah langsung menarik keluar Casemiro yang lambat menutup ruang gerak Kaishu Sano.

Namun, keputusan Don Carlo yang tetap memercayai gelandang veteran tersebut dan memasukkan Gabriel Martinelli di babak kedua dinilai sebagai masterclass mutlak yang mengubah jalannya laga.

Brasil selanjutnya akan menghadapi pemenang laga Pantai Gading kontra Norwegia pada babak 16 besar. Jika mampu mempertahankan mental pantang lelah seperti saat menumbangkan Jepang, tim besutan Ancelotti ini berpeluang melaju lebih jauh dan kembali menjadi kandidat kuat peraih trofi Piala Dunia 2026. (eza/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taiwan Bidik Pasar Wisatawan Indonesia, Peluang Penerbangan Langsung Surabaya Kembali Terbuka

Taiwan kembali membidik pasar wisatawan Indonesia. Menjelang musim liburan akhir tahun dan Tahun Baru, promosi…

1 day ago

9 Apartemen di Surabaya dari Hibah KPK Terbengkalai: Plang Rampasan Terpasang, Calon Penyewa Mundur

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas penyerahan 10 unit aset rampasan negara yang…

1 day ago

Bahagianya Lansia di Griya Wreda Ikuti Lomba Agustusan: Jaga Kebugaran, Daya Ingat dan Kebersamaan

Semangat kemerdekaan menyelimuti Griya Wreda Jambangan Kamis (13/8), saat ratusan lansia penghuni berkumpul mengikuti lomba…

1 day ago

Mentan Amran Siap Usut: Ada yang Mainkan Harga Pakan dan Telur di Surabaya, Diduga Juga Biayai Demo

Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penjelasan lengkap terkait fluktuasi harga dan pasokan telur yang sempat…

1 day ago

DPKP Surabaya Padamkan Karhutla di Bromo, Medan Berat dan Lautan Pasir Jadi Tantangan

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengerahkan personel serta peralatan untuk membantu penanganan kebakaran…

2 days ago

Usai Juara Piala Presiden, Persebaya Siap Hadapi Penang FC di Stadion GBT

Meski baru saja meraih gelar juara Piala Presiden 2026, perjalanan pramusim Persebaya Surabaya belum berakhir.…

2 days ago

This website uses cookies.