Ruben Amorim yang dipercaya menukangi AC Milan musim 2026-2027. (Foto: AC Milan)
METROTODAY, MILAN – Era baru permainan tiga bek resmi dimulai di San Siro. Manajemen AC Milan mengejutkan bursa transfer sepak bola Eropa dengan mengumumkan penunjukan Ruben Amorim sebagai nahkoda anyar I Rossoneri.
Pelatih muda jenius asal Portugal tersebut diikat dengan kontrak jangka panjang berdurasi tiga tahun hingga Juni 2029.
La Gazetta dello Sport menyebut ini sebagai sebuah langkah berani dari manajemen untuk mengembalikan stabilitas kedigdayaan raksasa merah Serie A di level domestik maupun kontinental.
Saat melangkah ke podium ruang konferensi pers Casa Milan dengan setelan jas hitam elegan, Amorim tidak membuang waktu untuk langsung mencuri hati para Milanisti.
Kalimat pertama yang keluar dari bibirnya langsung menegaskan karakter kuat dan ambisi masif yang dibawanya ke kota mode.
“Saya berada di sini bukan untuk beradaptasi dengan sejarah AC Milan, saya akan menuliskan lembaran sejarah baru yang membuat klub ini kembali ditakuti di Eropa,” tegas eks arsitek Manchester United tersebut dengan penuh keyakinan.
Penunjukan Amorim langsung melahirkan fakta menarik sekaligus perdebatan hangat di kalangan internal klub, terutama terkait filosofi bermain.
Amorim dikenal sangat saklek dengan formasi andalannya, 3-4-2-1, sebuah skema tiga bek yang secara historis sangat asing dan jarang diadopsi oleh Milan yang kental dengan tradisi agung empat bek sejajar ala Franco Baresi dan Paolo Maldini.
Kendati demikian, dilaporkan oleh The Athletic, demi memuluskan revolusi taktik ini, manajemen Milan rela merogoh kocek hingga 15 juta Euro untuk mengontrak sang pelatih beserta gerbong staf kepercayaannya.
Page: 1 2
Kota Surabaya menjadi tuan rumah konferensi pers babak semifinal dan final Piala Presiden 2026 yang…
Desainer asal Jawa Timur, Ronie Parero turut meramaikan gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang…
Razia serentak yang digelar bersama Forkopimda dan Forkopimka di 18 kecamatan, Sabtu (1/8) malam, membuahkan…
Proses penyelamatan penumpang dan awak kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep,…
Indonesia Day on the Creek bukan sekadar festival, tetapi ruang untuk membangun hubungan melalui budaya.
Untuk pertama kalinya, suara gamelan, denting angklung, dan hentakan musik Reog Ponorogo menggema sepanjang hari…
This website uses cookies.