Lionel Messi yang mencetak sejarah dengan hattrick nya ke gawang Aljazair. (Foto: Boston Globe)
METROTODAY, KANSAS CITY – Juara bertahan Argentina memulai langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Aljazair pada laga Grup J yang berlangsung di Kansas City Stadium, Missouri, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) waktu setempat atau Rabu pagi WIB.
Lionel Messi menjadi bintang utama dengan mencetak hattrick yang membawa La Albi Celeste seketika melenggang memuncaki klasemen sementara grup.
Meski skor akhir terlihat nyaman, Argentina sempat menghadapi beberapa momen yang membuat pendukungnya menahan napas. Yakni ketika Messi sempat mencetak gol yang dianulir karena offside dan gol Fares Chalbi yang pada akhirnya dibatalkan.
Setelah lolos dari ancaman itu, Argentina mulai menunjukkan taringnya. Tim yang dinahkodai Lionel Scaloni bermain sangat agresif saat kehilangan bola.
Layaknya Singa lapar, tiga trisula yakni Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister dan Enzo Fernandez secara bergantian melakukan pressing tinggi untuk kembali merebut bola hanya beberapa detik setelah kehilangan kontrol permainan.
Pola tersebut membuat Aljazair panik dalam membangun serangan dan lebih banyak terpaksa melepaskan bola panjang ke depan yang dengan mudah dipatahkan barisan pertahanan Argentina.
Gol pertama Argentina lahir pada menit ke-17. Berawal dari umpan cepat Rodrigo De Paul di area tengah lapangan, Messi men-dribbling bola sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Kiper Aljazair Luca Zidane sempat menyentuh bola dengan tangannya, tetapi kekuatan tembakan sang GOAT terlalu bertenaga untuk dihentikan.
Pada babak kedua, tekanan Argentina semakin sulit dibendung. Ketika Aljazair mulai berani keluar menyerang, ruang terbuka di lini belakang mereka mudah dieksploitasi. Messi memanfaatkan situasi ini dengan mencetak gol kedua pada menit ke-60 sebelum melengkapi hattrick 15 menit sebelum berakhirnya waktu normal. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan usai.
Hattrick Messi ini tercatat sebagai rekor pertama ia mencetak tiga gol dalam satu pertandingan sepanjang sejarah 6 kali partisipasinya di Piala Dunia.
Selain itu, tiga golnya ke gawang Aljazair membuat koleksi golnya di Piala Dunia mencapai 16 gol dan menyamai rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Menurut Reuters, laga Argentina melawan Aljazair merupakan penampilan ke-200 Lionel Messi bersama La Albi Celeste sekaligus menjadikannya pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia berbeda. Pada usia 38 tahun, ia juga menjadi pemain tertua yang mencetak hattrick di Piala Dunia.
Di kubu Aljazair, salah satu sosok yang penampilannya dinantikan adalah Luca Zidane. Kiper berusia 28 tahun itu merupakan putra legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane. Menariknya, sang ayah terlihat hadir menyaksikan langsung aksi putranya.
Momen itu terasa spesial karena Luca menjalani debut Piala Dunia, sementara sang ayah pernah menjadi ikon Prancis saat menjuarai Piala Dunia 1998.
Usai pertandingan, pelatih Argentina Lionel Scaloni mengaku sudah biasa dengan apa yang dilakukan Messi. Terlebih, sang kapten terus menghasilkan sesuatu yang sulit dijelaskan meski usianya sudah 38 tahun.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Argentina masih merupakan salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Dengan kombinasi kelihaian Messi dan agresivitas permainan kolektif yang diperlihatkan saat melakukan pressing, tentu menjadi pertanda siaga nyata bagi seluruh peserta Piala Dunia 2026. (ezaar/mt)
Timnas Austria sukses mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas debutan Yordania…
Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Coach Bernardo Tavares, memberikan penjelasan mendalam terkait kedatangan lima penggawa anyar…
Pemerintah secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter.…
Timnas Norwegia membuka peta Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Irak pada laga…
Tim nasional (Timnas) Prancis mengawali langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Senegal…
Presiden FIFA Gianni Infantino mendadak menjadi pusat perhatian setelah muncul rencana menggelar pertandingan antara tim…
This website uses cookies.