Meski puas dengan hasil akhir dan cara bermain timnya, Tavares melihat sisi yang masih perlu diperbaiki, terutama terkait respons permainan anak asuhnya di penghujung babak pertama.
Menurutnya, kelemahan kecil itu berisiko besar jika terjadi kembali saat berhadapan dengan lawan yang memiliki karakter berbeda seperti Persik Kediri.
“Kami tidak cukup bagus dalam reaksi ketika kehilangan bola pada 10 sampai 15 menit terakhir babak pertama. Kalau itu terjadi lagi saat lawan Persik, kami bisa mendapat masalah,” tegasnya.
Tavares menilai, gol ketiga dan keempat yang tercipta menjadi titik balik yang benar-benar mematikan perlawanan Semen Padang.
Sejak momen itu, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan Persebaya dan memudahkan langkah mereka meraih kemenangan besar.
Kendati demikian, angka 7-0 di papan skor tidak membuat pelatih berusia 62 tahun itu lengah.
Ia meminta seluruh pemain untuk tetap rendah hati dan beralih fokus pada pemulihan kondisi fisik, mengingat belum seluruh skuad dalam kondisi fit 100 persen.
“Sekarang fokus kami recovery dan melihat kondisi pemain. Beberapa pemain belum 100 persen fit. Kami harus tetap rendah hati dan tidak terlena,” katanya.
Proses pemulangan jemaah dan petugas haji melalui Debarkasi Surabaya berjalan dengan tertib dan lancar. Hingga…
Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 dengan…
Kanada memastikan diri menjadi tim pertama yang melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026…
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberikan perhatian khusus bagi jemaah haji yang wafat dengan melakukan…
Kota Surabaya terpilih sebagai kota pertama di Indonesia yang menggelar penayangan khusus film komedi fiksi…
Fase grup Piala Dunia 2026 resmi berakhir. Enam pertandingan terakhir yang mempertemukan tim-tim di Grup…
This website uses cookies.