Meski puas dengan hasil akhir dan cara bermain timnya, Tavares melihat sisi yang masih perlu diperbaiki, terutama terkait respons permainan anak asuhnya di penghujung babak pertama.
Menurutnya, kelemahan kecil itu berisiko besar jika terjadi kembali saat berhadapan dengan lawan yang memiliki karakter berbeda seperti Persik Kediri.
“Kami tidak cukup bagus dalam reaksi ketika kehilangan bola pada 10 sampai 15 menit terakhir babak pertama. Kalau itu terjadi lagi saat lawan Persik, kami bisa mendapat masalah,” tegasnya.
Tavares menilai, gol ketiga dan keempat yang tercipta menjadi titik balik yang benar-benar mematikan perlawanan Semen Padang.
Sejak momen itu, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan Persebaya dan memudahkan langkah mereka meraih kemenangan besar.
Kendati demikian, angka 7-0 di papan skor tidak membuat pelatih berusia 62 tahun itu lengah.
Ia meminta seluruh pemain untuk tetap rendah hati dan beralih fokus pada pemulihan kondisi fisik, mengingat belum seluruh skuad dalam kondisi fit 100 persen.
“Sekarang fokus kami recovery dan melihat kondisi pemain. Beberapa pemain belum 100 persen fit. Kami harus tetap rendah hati dan tidak terlena,” katanya.
Di tengah kontroversi dan pembubaran agenda pemutaran film Pesta Babi di sejumlah wilayah, Institut Teknologi…
Suasana penuh kehangatan dan semangat persaudaraan lintas agama mewarnai Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil…
Angka kematian jemaah haji tahun ini tercatat mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu. Hal ini…
DILEMA penyidik dalam perkara korupsi hari ini bukan sekadar soal tafsir hukum, tetapi benturan nyata…
Ambisi besar diusung Persebaya Surabaya dalam lawatannya ke markas Semen Padang FC pada pekan ke-33…
Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) per 12…
This website uses cookies.