Meski puas dengan hasil akhir dan cara bermain timnya, Tavares melihat sisi yang masih perlu diperbaiki, terutama terkait respons permainan anak asuhnya di penghujung babak pertama.
Menurutnya, kelemahan kecil itu berisiko besar jika terjadi kembali saat berhadapan dengan lawan yang memiliki karakter berbeda seperti Persik Kediri.
“Kami tidak cukup bagus dalam reaksi ketika kehilangan bola pada 10 sampai 15 menit terakhir babak pertama. Kalau itu terjadi lagi saat lawan Persik, kami bisa mendapat masalah,” tegasnya.
Tavares menilai, gol ketiga dan keempat yang tercipta menjadi titik balik yang benar-benar mematikan perlawanan Semen Padang.
Sejak momen itu, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan Persebaya dan memudahkan langkah mereka meraih kemenangan besar.
Kendati demikian, angka 7-0 di papan skor tidak membuat pelatih berusia 62 tahun itu lengah.
Ia meminta seluruh pemain untuk tetap rendah hati dan beralih fokus pada pemulihan kondisi fisik, mengingat belum seluruh skuad dalam kondisi fit 100 persen.
“Sekarang fokus kami recovery dan melihat kondisi pemain. Beberapa pemain belum 100 persen fit. Kami harus tetap rendah hati dan tidak terlena,” katanya.
Arus lalu lintas di Jalan Raya Dupak, Kecamatan Bubutan, Surabaya tersendat pada Rabu (12/8) siang.…
Mantan pegawai kontrak non-ASN Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkot Surabaya, Tio Ferdian Rahmana…
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman hadir langsung dalam prosesi pengukuhan wisuda Universitas Negeri Surabaya…
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jatim, Syaiful Anam, membeberkan ciri-ciri media yang baik…
BRI Region 12 Surabaya melalui BRI Kantor Cabang (Kancab) Kapas Krampung Surabaya menyerahkan bantuan satu…
Kanwil Kemenag Jatim turut menyemarakkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) Tahun 2026 yang digelar serentak…
This website uses cookies.