Categories: Fair Play

Persebaya Academy Gelar Football Festival, Bangun Karakter Lewat Healthy Competition

METROTODAY, SURABAYA – Persebaya Surabaya terus memperkuat fondasi pembinaan usia dini melalui program Persebaya Academy Football Festival.

Ajang ini digelar di B-Arena, dan dirancang bukan sekadar sebagai kompetisi biasa, melainkan wadah belajar dan unjuk kemampuan bagi para siswa akademi dengan pendekatan yang menyenangkan.

Berbeda dengan turnamen pada umumnya, festival ini mengusung konsep healthy competition yang menekankan suasana aman, nyaman, dan sesuai dengan tahap perkembangan mental anak. Fokus utama bukan semata-mata pada skor akhir, melainkan pada proses pembelajaran, keberanian tampil, dan penguatan karakter.

“Fokus utama bukan pada hasil akhir, tapi proses pembelajaran, keberanian tampil, serta penguatan karakter pemain muda,” ujar Senior Manager Sports Academy DBL Indonesia, Intan Permatasari, yang juga membawahi Persebaya Academy, Minggu (19/4).

Salah satu keunikan ajang ini adalah sistem penilaian berbasis Champions Character. Para pelatih tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga mencatat aspek sportivitas, kerja sama tim, dan semangat juang.

Pemain yang menunjukkan sikap fair play bahkan berkesempatan mendapatkan green card sebagai bentuk penghargaan atas perilaku positif di lapangan.

Anak-anak kelompok umur Persebaya Academy saat mengikuti football festival di B Arena. (Foto: Dok. Persebaya Academy)

Program ini dibagi ke dalam beberapa kategori usia, mulai dari Mini (6-8 tahun), Youngster (9-10), Junior (11-12), Prospect (13-14), hingga Future (15-18). Setiap level memiliki pendekatan berbeda.

Misalnya pada kategori Mini, pertandingan menggunakan format 3v3 atau 4v4 tanpa penjaga gawang dengan durasi singkat, bahkan skor tidak ditampilkan untuk menghilangkan tekanan.

Sementara di level yang lebih tinggi seperti Prospect dan Future, aturan sudah mulai mendekati regulasi kompetitif standar FIFA.

“Di stage Mini sampai Junior skor tidak ditampilkan untuk menekankan bahwa kemenangan bukan indikator utama. Sedangkan di level atas mulai diperkenalkan strategi dan tanggung jawab posisi,” jelas Intan.

Meski konsepnya lebih santai dan edukatif, festival ini tetap menerapkan standar profesional. Persebaya Academy bekerjasama dengan Tim Sport Performance Analyst dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk mencatat dan mengolah data statistik perkembangan setiap pemain.

Selain itu, regulasi keselamatan juga diperketat, seperti larangan tackle keras pada usia tertentu, serta sistem pembagian tim yang memastikan semua anak mendapatkan jam bermain yang merata.

“Lewat Football Festival ini, kami mencoba membuktikan bahwa pembinaan usia dini tidak harus selalu tentang menang atau kalah. Namun lebih penting tentang bagaimana membangun karakter dan pengalaman bermain yang akan menjadi bekal di masa depan,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sorotan Sidang Korupsi Kediri: Politikus PDIP Dwiningsih Tak Dipanggil ke Persidangan Meski Disebut dalam Dakwaan

Proses persidangan perkara dugaan korupsi pengisian perangkat desa di Kabupaten Kediri kembali menjadi sorotan. Politikus…

4 hours ago

Lepas Kloter 1 Jemaah Haji Jatim, Gubernur Khofifah Pastikan Keamanan Perjalanan ke Arab Saudi

Sebanyak 380 orang terdiri dari 374 jemaah dan 6 petugas dari Kloter 1 asal Kabupaten…

5 hours ago

Bus Kloter Awal CJH Daerah Belum Sesuai Urutan, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Turun Langsung Lakukan Evaluasi

Proses kedatangan bus pengantar jemaah haji kloter 1 dan 2 dari daerah ke Asrama Haji…

20 hours ago

Ribuan Peserta Ikuti UTBK di Unair, Waspada Joki, Lakukan Pengawasan Ketat

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) akan berlangsung selama sepuluh…

20 hours ago

760 Jemaah Kloter Awal dari Probolinggo Tiba di Asrama Haji Surabaya, Proses Penerimaan Cepat

Sebanyak 760 calon jemaah haji yang tergabung dalam kloter satu dan dua Embarkasi Surabaya telah…

20 hours ago

Kasus Kenakalan Remaja di Surabaya Turun Drastis sejak Pemberlakuan Jam Malam

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya…

1 day ago

This website uses cookies.