Categories: Fair Play

Wabah Pubalgia Hantui Talenta Muda Spanyol: Lamine Yamal hingga Mastantuono Jadi Korban

METROTODAY, MADRID – Fenomena cedera pubalgia kini menjadi momok baru bagi dunia sepak bola Spanyol. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah talenta muda seperti Lamine Yamal (FC Barcelona) dan Franco Mastantuono (Real Madrid) dilaporkan mengalami cedera serupa yang mengganggu performa mereka di lapangan.

Menurut laporan Cadena SER, FC Barcelona secara resmi mengumumkan bahwa Lamine Yamal mengalami kambuhnya cedera pubalgia dan harus menepi setidaknya dua pekan. Cedera ini telah memengaruhi mobilitas dan kekuatan tembak pemain berusia 18 tahun tersebut hingga dikabarkan menurun hingga 50 persen, seperti diungkap Barca Blaugranes.

Sementara itu, di kubu rival, Real Madrid juga mengonfirmasi bahwa Franco Mastantuono, bintang muda berusia 17 tahun, mengalami masalah serupa. Dilansir dari Managing Madrid, Mastantuono telah menjalani pemeriksaan medis yang memastikan adanya peradangan otot di area pangkal paha — diagnosis khas pubalgia yang membuatnya harus absen dari sesi latihan dan beberapa laga penting.

Kasus cedera ini menambah kekhawatiran di kalangan pelatih dan tim medis klub LaLiga. Menurut penelitian yang dimuat di PubMed, pubalgia merupakan salah satu cedera yang paling sering dialami pemain muda di Spanyol akibat padatnya jadwal latihan, intensitas tinggi pertandingan, dan tekanan fisik sejak usia dini.

Pubalgia sendiri merupakan cedera kronis pada otot pangkal paha atau perut bagian bawah, sering kali disebabkan oleh beban berlebih dan kurangnya waktu pemulihan. Gejala ini kerap diabaikan di awal, tetapi bisa berkembang menjadi masalah serius jika terus dipaksakan bermain — seperti yang dialami Yamal dan Mastantuono.

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah evaluasi terhadap jadwal dan metode pelatihan akademi muda agar tidak menambah daftar panjang korban cedera serupa. Para ahli fisioterapi di Spanyol juga menyerukan pentingnya edukasi medis bagi klub dan pemain usia muda dalam mengelola kebugaran jangka panjang.

Dengan dua nama besar muda Spanyol kini masuk ruang perawatan, dunia sepak bola negeri Matador seakan dihadapkan pada peringatan dini: ambisi besar harus sejalan dengan perhatian terhadap kesehatan pemain muda. (ervin/red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

6 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

6 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

7 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

9 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.