Categories: Fair Play

Liga 1: Persebaya Gagal Menang Lagi di Kandang Sendiri, Peluang ke Asia Kian Jauh

METROTODAY, SURABAYA – Guyuran hujan deras tak mengurangi panasnya laga yang mempertemukan Persebaya Surabaya dan Semen Padang. Persebaya harus puas bermain imbang 1-1 saat menjamu Semen Padang dalam laga lanjutan Liga 1 2024-2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu malam (11/5).

Hasil ini membuat peluang Green Force untuk lolos ke kompetisi Asia musim depan berada di ujung tanduk. Mereka masih terdampar di posisi ketiga, tertinggal dua poin dari Dewa United.

Laga sempat diwarnai drama sejak awal, dengan serangkaian peluang dari Persebaya yang belum membuahkan hasil. Gebrakan di awal itu terganggu hujan deras yang membuat wasit memutuskan laga dihentikan sementara.

Laga harus dihentikan sementara pada menit kedelapan. Pertandingan ditunda selama sekitar 30 menit karena lapangan tergenang air dan dinilai tidak aman untuk dilanjutkan.

Setelah pertandingan dilanjutkan, Persebaya terus menggempur lewat Ardi Idrus dan Flavio Silva, tapi finishing yang buruk membuat peluang mereka terbuang percuma. Di sisi lain, Semen Padang tampil efektif dalam serangan balik.

Tim tamu memetik keunggulan lebih dulu  di menit ke-34. Cornelius Stewart memaksimalkan assist dari Bruno Gomes untuk membawa Kabau Sirah unggul 1-0.

Gol tersebut memicu reaksi keras dari suporter tuan rumah yang menuntut Persebaya segera bangkit. Namun hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Semen Padang.

Memasuki babak kedua, Persebaya langsung melakukan perubahan strategi dan bermain lebih agresif. Hasilnya didapat di menit ke-64 lewat gol Bruno Moreira yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol penyama ini menjadi titik balik permainan Persebaya yang terus menekan pertahanan lawan. Pelatih Paul Munster melakukan sejumlah pergantian untuk meningkatkan daya gedor.

Sayangnya, serangan demi serangan Persebaya tidak mampu menambah gol kedua. Bahkan peluang emas di menit ke-83 dari Dejan Tumbas yang sempat membuat stadion bergemuruh, harus dianulir wasit karena terlebih dahulu kena perangkap offside.

Keputusan itu menuai protes keras dari bangku cadangan Persebaya. Situasi memanas saat memasuki injury time, membuat emosi Paul Munster memuncak.

Puncak ketegangan terjadi di menit ke-92, saat Paul Munster dan ofisial Semen Padang, F.X. Yanuar Wahyu, terlibat insiden di pinggir lapangan. Keduanya diganjar kartu merah langsung oleh wasit karena dianggap melakukan tindakan tidak sportif.

Insiden itu menutup drama pertandingan yang berlangsung panas sejak awal. Persebaya akhirnya harus mengakhiri laga dengan skor imbang 1-1 di kandang sendiri. (*)

Anton Hadiyanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

6 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

6 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

6 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

8 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.