Categories: Chindo

Sama Sama Lolos SNBP UNAIR, Kakak Beradik Kembar Ini Punya Metode Belajar Berbeda

METROTODAY, SURABAYA – Berhasil masuk ke perguruan tinggi impian tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi, hal itu bisa diraih bersama saudara kembar. Kisah inspiratif ini dialami oleh Carissa Elvina Angela dan Callista Elysia Angela.

Keduanya berhasil diterima sebagai mahasiswa baru Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga (Unair) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Meski memiliki wajah yang identik, ternyata cara mereka menuntut ilmu justru sangat berbeda. Callista mengaku lebih nyaman belajar dengan cara berdiskusi bersama orang lain. Menurutnya, metode ini sangat efektif untuk mengoreksi kesalahan.

“Saya sangat suka ketika ada orang yang bisa membenarkan apa yang telah saya ucapkan ketika saya salah,” jelas Callista, Kamis (2/4).

Berbeda dengan saudarinya, Carissa justru memilih belajar secara mandiri. Ia merasa metode individu membuat konsentrasinya lebih terjaga dan tidak mudah terganggu.

“Kalau sama teman tuh jadinya malah ngobrol dan jadi terdistraksi dengan hal lain di luar tugas yang sedang kita kerjakan,” ujar Carissa.

Di samping kesibukan akademik, keduanya juga dikenal aktif berorganisasi semasa di sekolah.

Callista pernah menjabat sebagai Ketua OSIS saat kelas 10 dan Wakil Ketua OSIS saat kelas 11. Sementara itu, Carissa lebih menekuni bidang olahraga dengan mengikuti ekstrakurikuler voli.

Mengenai strategi mereka bisa lolos di jalur prestasi, Carissa menuturkan bahwa penting untuk mengenali potensi diri dan menentukan tujuan sejak awal.

Awalnya, keduanya berminat masuk Ilmu Komunikasi. Namun setelah mencari informasi, mereka justru jatuh hati pada jurusan Bahasa dan Sastra Inggris.

“Awalnya, kita ingin masuk Ilmu Komunikasi, lalu kita carilah informasi-informasi terkait jurusan lainnya. Sampai akhirnya kita menemukan Bahasa dan Sastra Inggris, terus kita pikir oke nih untuk dipelajari. Kebetulan kami juga suka bahasa Inggris, jadi coba aja dulu deh,” jelas Carissa.

Sementara itu, Callista menambahkan bahwa kunci lainnya adalah kesiapan menghadapi segala kemungkinan. Ia menekankan pentingnya memiliki rencana cadangan bukan karena pesimis, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan.

“Kita selalu konsisten untuk mempelajari bidang yang kami minati. Menyiapkan cadangan itu penting untuk setiap kemungkinan yang bisa terjadi,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Unesa Beri 50 Golden Ticket untuk Calon Mahasiswa Baru, 25 Jalur SNBP

Sebanyak 25 calon mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendapatkan kehormatan khusus berupa beasiswa Golden…

4 minutes ago

Empat Kategori Pendatang Ini Jadi Sasaran Operasi Yustisi Pemkot Surabaya Pasca Lebaran

Pemkot Surabaya melaksanakan operasi yustisi kependudukan untuk memantau pergerakan warga pendatang pasca-libur Lebaran 2026. Langkah…

18 minutes ago

Pemkot Surabaya Lantik 78 Pejabat, Eri Cahyadi: Loyalitas Hanya kepada Masyarakat

Pemkot Surabaya melantik sebanyak 78 pejabat dalam upaya percepatan kinerja birokrasi sekaligus penguatan organisasi. Pelantikan…

2 hours ago

3.508 Turis Asing Naik Kereta Api Lebaran 2026 untuk Berwisata, Stasiun Gubeng Surabaya Paling Favorit

Sebanyak 3.508 wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing memanfaatkan layanan kereta api selama periode Angkutan…

2 hours ago

Pemkot Surabaya Siapkan Rusunami Khusus Gen Z, Harga Mulai Rp 100 Juta

Pemkot Surabaya berencana membangun Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) yang dikhususkan untuk Generasi Z (Gen…

6 hours ago

Dua Ekor Musang Masuk Rumah di Kupang Baru Surabaya, Warga Dibuat Kelabakan

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya kembali melakukan tugas evakuasi. Dua ekor…

6 hours ago

This website uses cookies.