Categories: Bumi Aulia

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Jejak Ulama Sepuh, Tokoh Sakti, dan Wali Karismatik (1)

Pada Ramadan 1447 Hijriah/2026 M ini, Metrotoday.id menayangkan kisah-kisah religi jejak para Auliya (Waliyullah) penyebar agama Islam di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penayangan kisah ini bersumber dari buku ”Sidoarjo Bumi Aulia” karya Muh. Subhan dan Fathur Roziq.

===

”Kelak, besok-besok, Tambaksumur akan jadi ramai seperti Ampel. Orang akan datang ke sini dulu sebelum ke Ampel sebab di sini ban­yak terdapat makam wali Allah.”

Kalimat itu pernah diucapkan oleh K.H. Mas Ubaidah (Kiai Mas) dan hingga kini masih di­ingat serta diyakini masyarakat Desa Tambak­sumur. Bagi mereka, ucapan tersebut bukan sekadar kata-kata, melainkan sebuah isyarat dari seorang wali Allah SWT.

Masyarakat setempat yakin dan percaya. Sebab, selama hidupnya, Kiai Mas dikenal sebagai sosok kharismatik yang mampu melihat jauh ke depan. Sekaligus menuntun masyarakat dengan ilmu, keteladanan, dan kebijaksanaan.

Kata-kata Kiai Mas tersebut seakan menemukan pembenarannya bertahun-tahun kemudian ketika Bupati Sidoarjo H. Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menyampaikan kesaksian ayahandanya, K.H. Agoes Ali Masyhuri, pada sekitar tahun 2020. Menurut Gus Muhdlor, abahnya saat itu belum berani datang berziarah ke Tambaksumur. Bukan karena enggan, melainkan karena rasa sungkan dan hormat kepada para aulia yang dimakamkan di Desa yang berada di wilayah Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, tersebut.

”Abah melihat banyak sekali aulia yang dimakamkan di sini. Makanya Abah sungkan. Tidak enak pada beliau-beliau,” tutur Gus Muhdlor, sebagaimana ditirukan oleh Kepala Desa Tambaksumur H. Mas’ud.

Berkat kata-kata Kiai Mas dan pernyataan Gus Muhdlor itulah masyarakat Tambaksumur semakin mantap dan bersemangat menjadikan desa mereka sebagai destinasi wisata religi masa depan. Warga desa percaya bahwa harapan itu akan terwujud.

Mengapa? Sebab, tanah Tambaksumur menyimpan sejarah panjang dan keberkahan para wali Allah. Keyakinan itu semakin kuat dengan kenyataan bahwa K.H. Ali Mas’ud (Mbah Ud) Pagerwojo, seorang ulama yang makamnya kini banyak diziarahi, merupakan keturunan dari K.H. Zainal Abidin (Mbah Zainal Abidin) melalui jalur anak pertamanya, Nyai Ashfiyah.

Dengan demikian, Tambaksumur memiliki akar sejarah yang lebih tua dibandingkan dengan Makam Sono maupun Pesarean Pagerwojo. Wajar pula bila masyarakat Tambaksumur meyakini desa mereka kelak akan berdiri sejajar dengan kawasan-kawasan religi lain di Jawa Timur, bahkan di Nusantara. (*/Bersambung)

(*) Materi artikel ini disadur dari buku Sidoarjo Bumi Aulia atas seizin Bappeda Kabupaten Sidoarjo sebagai pemilik produk

Naufal

Recent Posts

Bukan Sembarang Aksesoris! Mengenal Legacy Patch di Jersey Piala Dunia 2026 dan Makna di Baliknya

Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak inovasi baru, bukan hanya dari format 48 peserta, tetapi juga…

39 minutes ago

Keliling Kota Piala Dunia 2026 #3: AT&T Stadium, Kunjungan ke Kebun Raya dan Kudapan Brisket khas Kota Koboi

Piala Dunia 2026 akan membawa jutaan penggemar sepak bola ke berbagai kota di Amerika Serikat.…

3 hours ago

PKB Surabaya Dukung Pemekaran Dapil, Usulkan Minimal 8 Wilayah Pemilihan

Ketua DPC PKB Surabaya, M. Faridz Afif, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemekaran daerah pemilihan…

8 hours ago

Kenyang Jadi Karyawan Tetap Empat Tahunan, Lord Guillermo Ochoa Putuskan Pensiun Usai Piala Dunia 2026

Tokoh ikonik yang selalu muncul di layar kaca setiap empat tahun sekali layaknya pegawai negeri…

9 hours ago

Wali Kota Surabaya: Usaha Harus Sesuai Peruntukan Kawasan, RPH Tanpa Izin di Pemukiman Ditutup

Pemkot Surabaya menegaskan seluruh kegiatan usaha wajib beroperasi sesuai dengan peruntukan kawasan yang ditetapkan. Kegiatan…

9 hours ago

Harimau Malaya Kena Ghosting! Peter Cklamovski Tinggalkan Kuala Lumpur Menuju Inggris demi Bergabung Geng Paul Scholes

Jagat sepak bola Asia Tenggara mendadak diguncang drama romansa taktik yang kandas di tengah jalan.…

15 hours ago

This website uses cookies.