Categories: Bumi Aulia

Syaikh Makhdum Syarfin dari Tarik, Terhubung dengan Syaikh Ibrahim Asmoroqondi dan Sunan Ampel (4-Habis)

Pada Ramadan 1447 Hijriah/2026 M ini, Metrotoday.id menayangkan kisah-kisah religi jejak para Auliya (Waliyullah) penyebar agama Islam di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penayangan kisah ini bersumber dari buku ”Sidoarjo Bumi Aulia” karya Muh. Subhan dan Fathur Roziq.

===

Apa hubungan Syaikh Makhdum Syarfin dengan Wali Songo? Secara spesifik beliau dapat dibilang sebagai cicit Sunan Ampel. Hubungan Syaikh Makhdum Syarfin dan Sunan Ampel tergambar dalam papan silsilah yang terpajang di makam tersebut.

Silsilah diawali dari Syaikh Ibrahim Asmoroqondi, ulama penyebar Islam di Jawa yang berasal dari Samarkand, Uzbekhistan. Makamnya ditemukan di Dusun Gesikharjo, Desa Gesik, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Dalam buku Babat Tanah Jawi disebutkan, Ibrahim Asmoroqondi datang ke Jawa pada abad ke-14 M dan mendarat di Pelabuhan Bandar Tuban. Kedatangannya untuk bertemu Raja Majapahit yang menikahi adik istrinya, Dewi Darawati. Tidak cuma itu. Di Gesik, dia juga berdakwah mengajarkan agama Islam kepada penduduk setempat.

Syaikh Ibrahim Asmoroqondi kemudian memiliki anak. Di antaranya, Sunan Ampel, Sultan Pamijahan I, dan Sultan Pamijahan II. Sultan Pamijahan II memiliki putra K.H.  Abdul Fatah (Pugeran, Mojokerto) dan K.H. Nawawi (Banten). K.H. Abdul Fatah memiliki dua orang putra yang menyebarkan Islam di Sidoarjo, yakni K.H. Barnawi dan Syaikh Makhdum Syarfin.

Di belakang bangunan makam terpasang silsilah Syaikh Makhdum Syarfin.

Garis silsilah keluarga yang menyambung kepada Sunan Ampel itulah yang menempatkan namanya ke dalam jajaran ulama dan penyebar agama Islam serta memiliki akar kuat dalam sejarah Wali Songo.

Kisah Aminin yang Gemar Tirakat

Aminin, salah seorang warga Kedungbocok, tak pernah lupa. Dia mengaku paling rajin berziarah ke makam Syaikh Makhdum Syarfin saat masa-masa awal makam itu ditemukan. Tak jarang dia melekan (tidak tidur) di sana sampai pagi.

Begitu azan subuh berkumandang, dia bergegas ke masjid, barulah pulang ke rumah. Aminin tak pernah lelah memanjatkan doa agar kehidupannya dimudahkan oleh Allah SWT. Satu hal yang sangat dia inginkan adalah kedua anak laki-lakinya sukses.

Aminin mengaku tak bisa berbuat banyak lagi untuk menghidupi anak-anaknya. Maklum, dia hanyalah pekerja biasa di Tjiwi Kimia, sebuah pabrik kertas yang berlokasi di Desa Kramat Temenggung, Kecamatan Tarik. Tidak jauh dari Sungai Brantas yang menjadi perbatasan dengan wilayah Kabupaten Mojokerto.

Allah SWT mendengar doa-doa Aminin. Sungguh dia tak menyangka, ternyata kedua anaknya diterima sebagai prajurit TNI AL dan berkarier hingga saat ini.

”Sama sekali tak mengeluarkan biaya sepeser pun,” kenangnya.

Aminin menuturkan, banyak warga yang berziarah ke makam Syaikh Makhdum Syarfin. Sepengetahuan dirinya, kebanyakan mereka berharap agar mendapatkan kesuksesan, baik itu ujian sekolah, ujian kenaikan pangkat, bahkan ujian masuk ke tempat kerja. ’’Apalagi kalau musim ujian,” ungkapnya.

Suyit, salah seorang juru kunci makam Syaikh Makhdum Syarfin, menegaskan, para peziarah harus memahami bahwa kesuksesan kehidupan manusia bukan karena memanjatkan doa di makam, melainkan semua terpulang karena kehendak Allah SWT. (Redaksi/Habis)

(*) Materi artikel ini disadur dari buku Sidoarjo Bumi Aulia atas seizin Bappeda Kabupaten Sidoarjo sebagai pemilik produk

 

Naufal

Recent Posts

Puncak Buka Puasa Bersama Unesa Selama 22 Hari Berakhir, Ribuan Porsi Tersalurkan

Pembagian takjil dan buka puasa bersama yang digelar oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi berakhir…

5 hours ago

Pemkot Surabaya Tertibkan 40 Bangunan Liar yang Jadi Gudang Sampah di TPA Benowo

Pemkot Surabaya melakukan penertiban bangunan liar yang dijadikan tempat pengumpulan barang bekas di sepanjang kawasan…

10 hours ago

Diperintah Presiden, Kapolri Janji Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus,…

10 hours ago

Ribuan Umat Hindu Surabaya Gelar Melasti Jelang Nyepi di Pantai Kenjeran

Ribuan umat Hindu di Kota Surabaya melaksanakan Upacara Melasti di sisi utara Taman Hiburan Pantai…

11 hours ago

Dishub Surabaya Periksa Kelayakan Kendaraan di Terminal Tambak Osowilangun Jelang Mudik

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) meningkatkan pengawasan terhadap kelayakan kendaraan angkutan umum.…

11 hours ago

OTT Bupati Cilacap; Target Pungutan THR Rp 750 Juta, Terkumpul Rp 610 Juta

KPK membeberkan hasil operasi tangkap tangan terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Penangkapan terkait dugaan…

13 hours ago

This website uses cookies.