Petugas saat melakukan ramp check di Terminal Tambak Osowilangun untuk memastikan kelayakan armada bus. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya meningkatkan pengawasan terhadap kelayakan kendaraan angkutan umum. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman selama periode angkutan Lebaran.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan bahwa berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, periode angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan berlangsung mulai 17 hingga 27 Maret 2026. Pada periode tersebut, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan, khususnya pada masa awal cuti bersama.
“Prediksi dari Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17 Maret, bertepatan dengan dimulainya cuti bersama pada 18 Maret. Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 27 Maret, ketika masyarakat mulai kembali ke Surabaya setelah libur Lebaran,” kata Trio, Sabtu (14/3).
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sekaligus menjamin keselamatan perjalanan, Dishub Surabaya bersama pihak terkait melaksanakan ramp check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan umum. Pemeriksaan ini difokuskan pada bus yang beroperasi di Terminal Tambak Osowilangun.
Trio menjelaskan bahwa kegiatan ramp check telah dilaksanakan sejak sekitar satu minggu terakhir dan akan terus dilakukan selama masa angkutan Lebaran berlangsung. Pemeriksaan mencakup berbagai komponen penting kendaraan yang berkaitan dengan keselamatan penumpang.
“Kami memeriksa sejumlah aspek teknis kendaraan, mulai dari ketebalan ban, lampu sein, lampu utama, hingga wiper. Selain itu, perlengkapan keselamatan seperti martil pemecah kaca juga menjadi perhatian penting,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap bus diwajibkan memiliki minimal enam martil pemecah kaca yang ditempatkan di beberapa titik di dalam kendaraan. Peralatan tersebut berfungsi sebagai alat darurat yang dapat digunakan penumpang apabila terjadi kondisi darurat di dalam bus.
“Perlengkapan ini penting untuk kondisi darurat, misalnya jika terjadi kebakaran atau situasi yang mengharuskan penumpang segera keluar dari kendaraan,” jelasnya.
Selain memastikan kesiapan armada angkutan umum, Dishub Surabaya juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan kendaraan pribadi agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan mudik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melakukan servis atau perawatan kendaraan secara berkala sebelum berangkat. Dengan kendaraan yang terawat, perjalanan mudik akan lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (ahm)
Bupati Sidoarjo Subandi menindak tegas tempat penjualan minuman keras (miras) yang menyalahi ketentuan. Jumat (31/7/2026)…
Kebun Raya Mangrove Surabaya kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar destinasi wisata edukasi.
Video yang beredar di media sosial menuding seorang anak berusia lima tahun ditelantarkan dan dieksploitasi…
Ribuan pesilat menggelar aksi damai menuntut penindakan pelaku penganiayaan anggotanya oleh kelompok penagih utang atau…
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Hasil…
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengamankan…
This website uses cookies.