Categories: Bumi Aulia

Meneladani Ulama Sufi Mbah Sahlan Tholib dari Sidoarjo; Pernah Menolak Fasilitas dari Bung Karno (4)

Pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 M, Metrotoday.id menayangkan kisah kisah religi jejak para Auliya (Waliyullah) penyebar agama Islam di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penayangan kisah ini bersumber dari buku ”Sidoarjo Bumi Aulia” karya Muh. Subhan dan Fathur Roziq.

===

Mbah Sahlan termasuk salah seorang ulama yang hidup pada masa perang kemerdekaan. Meski tidak ikut berperang langsung melawan penjajah, beliau kerap menjadi jujukan para pejuang yang meminta untuk didoakan agar selamat dalam perang.

Bahkan, menurut Gus Yunus, Presiden Soekarno sering mengutus jenderal untuk menemui Mbah Sahlan dengan tujuan meminta doa agar Indonesia mendapatkan keselamatan. Setelah kemerdekaan, Bung Karno mengirim utusan dari satuan Cakrabirawa untuk menemui Mbah Sahlan. Pesan yang dibawa adalah Bung Karno meminta Mbah Sahlan untuk ke Istana Negara. Undangan tersebut sebagai wujud rasa terima kasih Bung Karno karena Indonesia sudah merdeka. Salah satunya karena berkah doa Mbah Sahlan.

Namun, Mbah Sahlan menolak dengan halus. Gus Yunus menceritakan, kala itu Mbah Sahlan dawuh, ”Mboten, kulo dateng meriki mawon (Tidak saya di sini/ di pondok saja).”

Mbah Sahlan lantas melanjutkan, ”Menawi dungaaken negoro niku sampun kewajibane ulama (Kalau mendo’akan negara itu sudah menjadi kewajibannya ulama).”

Menurut Gus Yunus, hal itu merupakan bentuk keikhlasan dari Mbah Sahlan yang tanpa pamrih. ”Pantas doa-doa beliau selalu mustajab karena tergolong mukhlisun (orang-orang yang ikhlas),” katanya.

Pada masa itu pemerintah cukup memberikan perhatian terhadap Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang didirikan oleh Kiai Sahlan. Presiden Soekarno juga menawarkan untuk membangun pesantren tersebut agar menjadi besar dan megah. Juga, diberi aliran listrik dan fasilitas lainnya. Pesan itu disampaikan presiden melalui Menteri Penghubung Alim Ulama (sekarang Kementerian Agama) Abdul Fattah Jasin. Namun, Mbah Sahlan kembali menolaknya.

Mboten, kersane pondok kulo sae ngeten mawon (Tidak, biarkan pondok saya bagus begini saja),” begitu dawuh Mbah Sahlan kala itu. Termasuk juga beliau tidak mau menerima pemberian fasilitas kendaraan dari pemerintah.

Mbah Sahlan, menurut Gus Yunus, dikenal sebagai ulama yang zuhud dan wira’i. Tidak suka dengan hal-hal yang bersifat duniawi dan berusaha menjaga diri dari yang haram. ”Beliau ingin menjaga kemurnian pondok pesantrennya,” tandasnya.

Ihwal hubungan dengan presiden pertama RI tersebut, Gus Yunus menceritakan bahwa Bung Karno pernah sowan untuk silaturahmi ke Mbah Sahlan pada tahun 1958. Persisnya setelah Bung Karno meresmikan Pabrik Tekstil Ratatex di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

Sebelum sampai kediaman Mbah Sahlan, Bung Karno berjalan dengan setengah berjongkok. Itu dilakukan sebagai sikap tawadlu Bung Karno kepada Mbah Sahlan. Tak pelak, adab dari Sang Proklamator Kemerdekaan itu tersiar dan membuat banyak ulama besar di era itu turut hormat dan takzim dengan Mbah Sahlan. (Redaksi/Bersambung)

(*) Materi artikel ini disadur dari buku Sidoarjo Bumi Aulia atas seizin Bappeda Kabupaten Sidoarjo sebagai pemilik produk

Naufal

Recent Posts

Sidoarjo Jadi Kabupaten STBM 5 Pilar, Bukti Budaya Hidup Bersih di Masyarakat

Upaya panjang Pemkab Sidoarjo membangun budaya hidup bersih dan sehat akhirnya membuahkan hasil. Resmi menyandang…

19 hours ago

Harkopnas ke-79, Momentum Serukan Kebangkitan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat…

21 hours ago

Isu HIV di Kalangan Pelajar Merupakan Akumulasi Kasus, Dinkes Sidoarjo: Edukasi dan Pendampingan Harus Jadi Prioritas

Isu yang menyebut ratusan pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV sempat memicu keresahan masyarakat. Bahkan…

1 day ago

70 Persen Wabah Baru dari Hewan, Surabaya Perkuat Pencegahan Zoonosis Termasuk Leptospirosis dan Rabies

Sekitar 70 persen penyakit menular baru yang berpotensi wabah berasal dari hewan. Menjawab ancaman itu,…

1 day ago

Mentan Amran Janji Bayar Rp 100 Miliar Jika Benih Jagung ITS Hasilkan 10 Ton per Hektare

Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan nyata hilirisasi riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat pertanian…

1 day ago

Muatan Berat dan Jalan Miring, Tossa Tercebur ke Sungai di Kenjeran Surabaya, Pengemudi Selamat

Sebuah kendaraan roda tiga atau tossa bernomor polisi L 3539 EX yang mengangkut material bangunan…

2 days ago

This website uses cookies.