Categories: Bumi Aulia

K.H. Ali Mas’Ud, Waliyullah Unik Penuh Karamah (11): Makam Mbah Ud Berkah untuk Desa Pagerwojo

Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Metrotoday.id menayangkan kisah kisah religi jejak para Auliya (Waliyullah) penyebar agama Islam yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penayangan kisah ini bersumber dari buku “Sidoarjo Bumi Aulia” karya Muh. Subhan dan Fathur Roziq.

—————————–

SETELAH meninggal dan dimakamkan, karamah Mbah Ud menjadi berkah tersendiri bagi Desa Pagerwojo. Hal itu disampaikan Kades Pagerwojo Achmad Mulyanto. Desa Pagerwojo yang dulu termasuk terbelakang, atas izin Allah Swt, lambat laun mengalami kemajuan pesat dalam pembangunan.

Pada masa-masa awal, ratusan peziarah dari berbagai kota setiap hari memenuhi makam Mbah Ud. Tak hanya untuk ngalap berkah atau napak tilas, mereka juga menggelar doa bersama dan aktivitas keagamaan lain di sana.

Lambat laun, makam desa Pagerwojo dimana jenazah Mbah Ud dimakamkan, akhirnya dibangun dengan dana swadaya hasil dari pengelolaan infaq dan donasi dari para peziarah yang terus mengalir setiap hari.

Jalan desa menuju makam yang semula makadam juga diperbaiki dan diaspal halus. Bahkan, jalan itu kemudian dinamai sama dengan sang Waliyullah, yakni Jalan K.H. Ali Mas’ud. Warga sekitar juga mendapatkan berkah dari kehadiran para peziarah dengan berjualan atau membuka lahan parkir.

Warga yang berjualan di sekitar makam auliya K.H. Ali Mas’ud di Pagerwojo, Sidoarjo. (Foto: Dite Surendra/Metrotoday)

Namun demikian, perbaikan besar berupa pemugaran dan pembangunan makam Mbah Ud yang terlihat seperti saat ini baru dilakukan pada 1990-an. Ide renovasi ini berasal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo yang saat itu dipimpin Bupati Win Hendrarso.

Gus Amman atau H. Abdurrahman Cholil, cucu keponakan Mbah Ud yang kini menjadi ketua yayasan pengurus makam dan masjid KH Ali Mas’ud mengatakan, renovasi itu menjadi satu paket dengan pembangunan pendopo dan mushala putri di samping makam Mbah Ud. “Dananya dari swadaya masyarakat dan bantuan pemkab,” katanya.

Dari renovasi yang memakan waktu setahun itu, kompleks makam Mbah Ud kini semakin cantik. Makam berbentuk cungkup dinaungi rumah joglo berwarna hijau.

Makam itu juga dipagari dinding kayu berukir Jepara dengan hiasan kaligrafi Arab Jawa yang berisi syair syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi kesukaan Mbah Ud.

Masjid K.H. Ali Mas’ud yang dibangun di dekat makam K.H. Ali Mas’ud di Pagerwojo, Sidoarjo. (Foto: Istimewa)

Tak hanya itu, sebuah masjid besar kini juga berdiri di sisi utara bersebelahan dengan kompleks makam yang dipisahkan dengan jalan desa.

Masjid yang diberi nama Masjid K.H. Ali Mas’ud ini berdiri di tanah milik Lilik Khurrotin, keponakan Mbah Ud dari kakak perempuannya, Nyai Masrifah.

Masjid ini dibangun atas usulan dari K.H. Abdul Hamid -sahabat Mbah Ud- untuk memfasilitasi kebutuhan para peziarah yang akan salat.

Kiai Hamid bahkan ikut turun tangan langsung mengawasi pembangunan masjid termasuk mendatangkan para pekerja dan tukang bangunan dari Pasuruan. Rupanya, K.H. Abdul Hamid menaruh perhatian besar pada makam sahabatnya itu. (Redaksi/bersambung)

(*) Materi artikel ini disadur dari buku Sidoarjo Bumi Aulia atas seizin Bappeda Kabupaten Sidoarjo sebagai pemilik produk

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sidoarjo Jadi Kabupaten STBM 5 Pilar, Bukti Budaya Hidup Bersih di Masyarakat

Upaya panjang Pemkab Sidoarjo membangun budaya hidup bersih dan sehat akhirnya membuahkan hasil. Resmi menyandang…

19 hours ago

Harkopnas ke-79, Momentum Serukan Kebangkitan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat…

21 hours ago

Isu HIV di Kalangan Pelajar Merupakan Akumulasi Kasus, Dinkes Sidoarjo: Edukasi dan Pendampingan Harus Jadi Prioritas

Isu yang menyebut ratusan pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV sempat memicu keresahan masyarakat. Bahkan…

1 day ago

70 Persen Wabah Baru dari Hewan, Surabaya Perkuat Pencegahan Zoonosis Termasuk Leptospirosis dan Rabies

Sekitar 70 persen penyakit menular baru yang berpotensi wabah berasal dari hewan. Menjawab ancaman itu,…

1 day ago

Mentan Amran Janji Bayar Rp 100 Miliar Jika Benih Jagung ITS Hasilkan 10 Ton per Hektare

Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan nyata hilirisasi riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat pertanian…

1 day ago

Muatan Berat dan Jalan Miring, Tossa Tercebur ke Sungai di Kenjeran Surabaya, Pengemudi Selamat

Sebuah kendaraan roda tiga atau tossa bernomor polisi L 3539 EX yang mengangkut material bangunan…

2 days ago

This website uses cookies.