Pemkot Surabaya Tidak Bangun Venue Baru untuk Porprov Jatim 2027, Fokus Perbaiki Fasilitas yang Ada

METROTODAY, SURABAYA – Pemkot Surabaya sedang mematangkan kesiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur bersama tim teknis telah melakukan peninjauan sejak akhir September lalu untuk memastikan setiap arena pertandingan layak digunakan.

Kabid Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Indriatno Heryawan, menjelaskan target sementara Porprov Jatim 2027 akan mempertandingkan 68 cabang olahraga, 78 disiplin, dan 1.046 nomor lomba.

“Jadi dari total 68 cabang olahraga (cabor) sebisa mungkin kita upayakan kita tempatkan di venue-venue yang ada di Kota Surabaya,” kata Indri, Sabtu (10/10).

Pemkot memprioritaskan penggunaan fasilitas yang sudah ada, sehingga pembangunan baru belum menjadi fokus utama. Sejumlah lokasi andalan antara lain kompleks Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yakni arena dalam ruangan, sirkuit, sepak bola, lintasan sepatu roda.

Kemudian Kompleks THOR seperti atletik dan sepak bola, lapangan Dharmawangsa yang akan menjadi venue tenis, hoki, sofbol. Gelora 10 November dan Gelanggang Remaja akan menjadi berbagai cabang olahraga dalam ruangan dan kawasan Kenjeran menjadi venue voli pantai dan panjat tebing.

Selain fasilitas milik Pemkot Surabaya, Pemkot juga menjajaki kerja sama pemanfaatan 8 venue milik Pemprov Jatim, 4 venue milik TNI, serta sekitar 12 venue milik perguruan tinggi seperti Unesa, ITS, Ubaya, UINSA, dan Universitas PGRI Adi Buana, termasuk fasilitas dari pihak swasta.

“Karena jumlah 68 cabor pasti cukup banyak, tidak semuanya bisa tertampung di venue yang dimiliki oleh pemerintah kota. Sehingga kita juga perlu kolaborasi, perlu kerja sama dengan instansi lain,” tutur Indri.

Pemkot menargetkan kepastian lokasi pertandingan dapat ditetapkan dalam 1–2 bulan ke depan. Setelah itu, perbaikan fasilitas akan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi tim teknis.

“Paling tidak mungkin dalam kurun waktu 1–2 bulan ini harus sudah ada kepastian venue. Kalau sudah ada kepastian venue, tentu langkah berikutnya adalah bagaimana kita sembari jalan kita memperbaiki venue yang kurang proper,” ungkapnya.

Salah satu lokasi yang butuh perhatian khusus adalah venue ski air di kawasan Wiyung (Bozem) yang memerlukan pembersihan dari tumbuhan liar serta perbaikan sarana dan prasarana.

Penanganan ini memerlukan koordinasi dengan Kementerian PUPR karena aset berada di bawah kewenangan instansi tersebut. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Pemkot Surabaya sedang mematangkan kesiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur bersama tim teknis telah melakukan peninjauan sejak akhir September lalu untuk memastikan setiap arena pertandingan layak digunakan.

Kabid Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Indriatno Heryawan, menjelaskan target sementara Porprov Jatim 2027 akan mempertandingkan 68 cabang olahraga, 78 disiplin, dan 1.046 nomor lomba.

“Jadi dari total 68 cabang olahraga (cabor) sebisa mungkin kita upayakan kita tempatkan di venue-venue yang ada di Kota Surabaya,” kata Indri, Sabtu (10/10).

Pemkot memprioritaskan penggunaan fasilitas yang sudah ada, sehingga pembangunan baru belum menjadi fokus utama. Sejumlah lokasi andalan antara lain kompleks Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yakni arena dalam ruangan, sirkuit, sepak bola, lintasan sepatu roda.

Kemudian Kompleks THOR seperti atletik dan sepak bola, lapangan Dharmawangsa yang akan menjadi venue tenis, hoki, sofbol. Gelora 10 November dan Gelanggang Remaja akan menjadi berbagai cabang olahraga dalam ruangan dan kawasan Kenjeran menjadi venue voli pantai dan panjat tebing.

Selain fasilitas milik Pemkot Surabaya, Pemkot juga menjajaki kerja sama pemanfaatan 8 venue milik Pemprov Jatim, 4 venue milik TNI, serta sekitar 12 venue milik perguruan tinggi seperti Unesa, ITS, Ubaya, UINSA, dan Universitas PGRI Adi Buana, termasuk fasilitas dari pihak swasta.

“Karena jumlah 68 cabor pasti cukup banyak, tidak semuanya bisa tertampung di venue yang dimiliki oleh pemerintah kota. Sehingga kita juga perlu kolaborasi, perlu kerja sama dengan instansi lain,” tutur Indri.

Pemkot menargetkan kepastian lokasi pertandingan dapat ditetapkan dalam 1–2 bulan ke depan. Setelah itu, perbaikan fasilitas akan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi tim teknis.

“Paling tidak mungkin dalam kurun waktu 1–2 bulan ini harus sudah ada kepastian venue. Kalau sudah ada kepastian venue, tentu langkah berikutnya adalah bagaimana kita sembari jalan kita memperbaiki venue yang kurang proper,” ungkapnya.

Salah satu lokasi yang butuh perhatian khusus adalah venue ski air di kawasan Wiyung (Bozem) yang memerlukan pembersihan dari tumbuhan liar serta perbaikan sarana dan prasarana.

Penanganan ini memerlukan koordinasi dengan Kementerian PUPR karena aset berada di bawah kewenangan instansi tersebut. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait