Sinergi BRI BO Jemursari-BP3MI Jawa Timur dalam sosialisasi dan edukasi keuangan intensif kepada calon pekerja migran Indonesia. (Dok. BRI)
METROTODAY, SURABAYA – Komitmen dalam mendukung kesejahteraan pekerja migran ditunjukkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Hal itu sekaligus untuk memperluas inklusi keuangan digital nasional.
Melalui BRI Branch Office (BO) Surabaya Jemursari, bank pelat merah tersebut memberikan dukungan penuh terhadap proses pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai pahlawan devisa negara.
Langkah strategis itu diwujudkan melalui sosialisasi dan edukasi keuangan intensif di kantor Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, termasuk mengenalkan superapps BRImo. Kolaborasi interinstansi itu menjadi bukti konkret hadirnya sektor perbankan dalam mengawal kesiapan para pekerja sebelum mengadu nasib di luar negeri.
Branch Office Head BRI BO Surabaya Jemursari, Octarez Abi Ibrahim, mengungkapkan bahwa kegiatan itu dirancang secara khusus untuk membekali para calon PMI dengan pemahaman literasi keuangan yang matang. Pihaknya menilai, aspek pengelolaan keuangan seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi pekerja migran.
Oleh karena itu, edukasi itu diharapkan mampu mengubah pola pikir para pekerja agar lebih bijak dan terencana dalam mengelola pendapatan mereka sejak dini. ”Melalui ekosistem digital BRImo, para pekerja migran kini mengantongi solusi praktis untuk mengelola keuangan mereka secara mandiri, aman, dan efisien langsung dari smartphone,” terangnya.
Aplikasi itu dilengkapi dengan berbagai fitur mutakhir yang dirancang ramah pengguna, termasuk mempermudah transaksi perbankan lintas negara secara real-time. ”Keunggulan teknologi ini memastikan bahwa jarak geografis tidak lagi menjadi hambatan dalam mengakses layanan perbankan Tanah Air,” imbuh dia.
Salah satu fitur krusial yang menjadi sorotan dalam edukasi tersebut adalah layanan remitansi atau pengiriman uang ke luar negeri. Dengan fitur tersebut, para PMI dapat dengan mudah mengirimkan hasil jerih payah mereka kepada keluarga di kampung halaman. Tidak perlu khawatir dengan birokrasi yang rumit atau biaya siluman. Kemudahan itu diharapkan dapat menekan potensi penggunaan saluran pengiriman uang ilegal yang berisiko tinggi.
Page: 1 2
Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…
BRI menyalurkan bantuan paket sembako kepada sembilan panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial anak, dan gereja…
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menyiapkan sistem informasi khusus untuk mendata dan…
Perwakilan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menemui Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn…
Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh PKB Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi…
This website uses cookies.