Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Singapore Tourism Board (STB) dan Ciputra Group pada Kamis (9/4/2026). (Dite Surendra)
METROTODAY, SURABAYA – Upaya mendongkrak kunjungan wisatawan Indonesia ke Singapura kian agresif. Singapore Tourism Board (STB) menggandeng Ciputra Group dalam kemitraan strategis selama satu tahun ke depan. Kolaborasi tak sekadar promosi wisata, tetapi juga menyasar sektor gaya hidup, pendidikan, hingga perjalanan bisnis.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung di Universitas Ciputra, Kamis (9/4/2026). Jajaran pimpinan kedua pihak hadir. Di antaranya, Chief Executive STB Melissa Ow, Assistant Chief Executive Oliver Chong, Executive Director Asia Tenggara Terrence Voon, serta Direktur Ciputra Group Tri Ciputra Harun.
Dalam sambutannya, Terrence Voon menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu pasar paling penting bagi industri pariwisata Singapura. Kedekatan geografis, kemiripan budaya, serta konektivitas yang kuat menjadi faktor utama tingginya mobilitas wisatawan antarnegara.
”Melalui kemitraan ini, kami ingin memperkuat positioning Singapura bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, bisnis, dan pengalaman lifestyle yang relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Tri Ciputra Harun menyebut kerja sama itu sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem terintegrasi. Menurut dia, Ciputra Group tidak hanya fokus pada pengembangan properti, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi penghuni, pelanggan, hingga mitra bisnis.
”Kami ingin membuka akses lebih luas bagi komunitas Ciputra untuk mendapatkan pengalaman global. Mulai dari pendidikan, perjalanan, hingga peluang kolaborasi bisnis di Singapura,” jelasnya.
Kinerja Pariwisata Menguat
Kolaborasi itu dilatarbelakangi kinerja positif sektor pariwisata Singapura sepanjang 2025. STB mencatat penerimaan pariwisata (tourism receipts) mencapai S$23,9 miliar pada tiga kuartal pertama. Tumbuh 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi kunjungan, jumlah wisatawan internasional mencapai 16,9 juta orang atau naik 2,3 persen. Indonesia menempati posisi kedua sebagai penyumbang wisatawan terbesar dengan 2,4 juta kunjungan, di bawah Tiongkok dan di atas Malaysia, Australia, serta India.
Data tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar strategis yang terus dibidik STB dalam berbagai kampanye dan kemitraan regional.
Program Terintegrasi: Wisata, Edukasi, hingga Bisnis
Melalui kemitraan itu, sejumlah program konkret langsung disiapkan. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah pengembangan program perjalanan pelajar internasional di bawah Ciputra Schools dengan Singapura sebagai destinasi utama.
Program itu dirancang lebih mendalam. Tidak sekadar kunjungan wisata. Peserta akan mendapatkan pengalaman imersif seperti behind-the-scenes tour, lokakarya edukatif, serta kunjungan ke institusi inovasi, pusat budaya, hingga destinasi unggulan.
Di sisi lain, kolaborasi itu juga menyasar sektor komersial. Para tenant di pusat perbelanjaan dan properti bisnis Ciputra Group akan memperoleh akses ke berbagai penawaran perjalanan eksklusif, termasuk dukungan untuk penyelenggaraan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) di Singapura.
Tak kalah penting, penghuni kawasan residensial Ciputra—yang tersebar di lebih dari 76 proyek di 37 kota di Indonesia—akan mendapatkan berbagai keuntungan tambahan. Mulai dari paket perjalanan khusus, promo eksklusif, hingga undangan ke event internasional seperti olahraga, hiburan, dan festival lifestyle di Singapura.
Perluas Jangkauan Pasar dan Komunitas
STB juga akan menggelar berbagai aktivasi konsumen di lingkungan properti Ciputra Group. Program itu bertujuan mendekatkan pengalaman Singapura langsung ke komunitas Indonesia melalui event, promosi, hingga showcase destinasi. Langkah itu dinilai strategis karena Ciputra Group memiliki basis komunitas yang luas dan tersegmentasi, mulai dari pelajar, keluarga, hingga pelaku bisnis.
Bagi STB, kemitraan tersebut membuka akses ke audiens baru sekaligus memperkuat engagement dengan pasar existing. Sedangkan bagi Ciputra Group, kolaborasi itu menjadi bagian dari transformasi menuju pengembangan kawasan berbasis pengalaman (experience-based development).
Optimistis Dongkrak Kunjungan
Dengan pendekatan yang lebih terkurasi dan menyentuh berbagai aspek kehidupan—wisata, pendidikan, hingga bisnis—kedua pihak optimistis kerja sama ini akan memberikan dampak signifikan.
Program kemitraan tersebut akan digulirkan secara bertahap di berbagai kota di Indonesia hingga April 2027. Tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong kualitas pengalaman dan nilai belanja wisatawan Indonesia di Singapura.
Kolaborasi itu sekaligus menegaskan bahwa tren pariwisata ke depan tidak lagi berdiri sendiri. Melainkan terintegrasi dengan gaya hidup, pendidikan, dan jejaring global. (dite)
Jelang penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dimana kloter awal dijadwalkan masuk embarkasi pada 21 April…
Aksi tak biasa dilakukan tiga bersaudara pendiri Sungai Watch. Berlari sejauh 1.260 kilometer demi melawan…
Bupati Subandi mendatangi lokasi perumahan di Desa Mojorangagung, Kecamatan Wonoayu, pada Rabu (8 April 2026).…
Bupati Sidoarjo Subandi mendorong pembenahan sistem pengelolaan (TPS) sampah secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Rencana penerapan sistem parkir digital di kawasan Manyar Kertoarjo, Surabaya, memicu kericuhan yang viral di…
Menjelang penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, Asrama Haji Surabaya melakukan berbagai persiapan maksimal demi mendukung…
This website uses cookies.