Categories: Sidoarjo

Sempadan Saluran Digunakan untuk Kepentingan Perumahan, Bupati Subandi: Kembalikan Fungsi Asalnya

METRO TODAY, SIDOARJO – Bupati Subandi mendatangi lokasi perumahan di Desa Mojorangagung, Kecamatan Wonoayu, pada Rabu (8 April 2026). Di tengah upaya Pemkab Sidoarjo mencegah banjir dengan menormalisasi sungai dan saluran air, sebuah perumahan diketahui menyerobot sempadan untuk jalan. Kembalikan ke asalnya!

Lokasi sempadan itu berada di jalan menuju perumahan. Saluran irigasi untuk persawahan di Desa Mojorangagung tersebut menyempit drastis.  Yang semula lebarnya 3 meter menyempit hanya menjadi 1,5 meter. Separonya telah berubah menjadi jalan perumahan.

Kuat dugaan, penyempitan saluran yang merupakan anak Afvoer Sidokare itu akibat pembangunan jalan kavling perumahan di wilayah tersebut. Pengembang lahan kavlingan dicurigai menggunakan sebagian sempadan saluran untuk akses jalan perumahan.

Bupati Subandi pun menegaskan bahwa saluran irigasi harus segera dikembalikan ke fungsinya semula. Kondisinya harus seperti semula. Normalisasi ini sangat krusial sebagai langkah mitigasi bencana sekaligus pemenuhan kebutuhan pengairan.

”Saluran irigasi ini harus dikembalikan ke ukuran asal. Ini penting untuk memperlancar arus air saat hujan intensitas tinggi. Agar tidak terjadi banjir. Sekaligus memastikan distribusi air ke sawah petani tetap lancar,” ujar Bupati Subandi.

Saat sidak pagi itu, Bupati Subandi didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) M. Mahmud dan Camat Wonoayu Anwar.

Bupati Subandi langsung menginstruksikan Camat Wonoayu Anwar dan Kepala Dinas PU BM SDA Sidoarjo Mahmud untuk mengawal ketat pengembalian fungsi sempadan sungai tersebut. Jangan sampai kepentingan umum dikorbankan oleh kepentingan pengembang.

Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo Makhmud menyatakan segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Komunikasi lintas sektor dilakukan untu menindaklanjuti perintah Bupati Subandi tersebut. Pengembang perumahan kavlingan dipanggil guna dimintai tanggung jawab. Komunikasi dilakukan secara persuasif agar masalah tuntas dan fungsi saluran kembali normal.

”Kami berkoordinasi dengan semua pihak, terutama pengembang yang menjadikan sempadan irigasi sebagai jalan. Kami akan tegas,” tandas Mahmud saat mendampingi Bupati Subandi di lokasi sidak.

Pemkab Sidoarjo mengimbau para pengembang agar tertib dan patuh pada batas sempadan sungai maupun saluran irigasi. Pembangunan properti jangan merusak atau mengganggu infrastruktur publik yang sudah ada. (MT)

Eros Muhammad

Recent Posts

Jelang MPLS, Situs Dispendik Surabaya Dipalsukan jadi Disdiksurabaya.org, Ini Alamat yang Resmi!

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai maupun mengakses laman bernama  disdiksurabaya.org …

10 hours ago

Pemkot Surabaya Lantik 32 ASN: 4 Pejabat Perempuan Mundur Demi Rida Suami, Lurah Tambak Wedi Digeser karena Pungli

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi 32 Aparatur Sipil…

11 hours ago

DPC PKB Surabaya Konsolidasikan Kader, Matangkan Persiapan Musancab

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya menggelar rapat persiapan Musyawarah Anak…

12 hours ago

Serapan Belanja Hanya 85 Persen, Banggar DPRD Surabaya Soroti Belum Optimalnya Perencanaan Pemkot

Besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) APBD Kota Surabaya tahun 2025 yang mencapai Rp 516,896…

15 hours ago

Persebaya Tuan Rumah Grup B Piala Presiden, Saingan Berat Persija hingga Port FC

Persiapan tim-tim peserta jelang turnamen pramusim Piala Presiden terus berlangsung, tak terkecuali Persebaya Surabaya. Bajol…

16 hours ago

Bisnis Laundry Terus Bertumbuh, Samsung Hadirkan Solusi untuk Dukung Produktivitas Pelaku Usaha

Memilih bisnis yang memiliki kebutuhan pasar stabil menjadi salah satu pertimbangan utama. Salah satunya adalah…

17 hours ago

This website uses cookies.