Categories: Nasional

Dari Bali ke Jakarta, Tiga Bersaudara Lari 1.260 Km untuk Kampanye Lawan Sampah Sungai

METROTODAY, SITUBONDO — Aksi tak biasa dilakukan tiga bersaudara pendiri Sungai Watch: Gary Bencheghib, Kelly Bencheghib, dan Sam Bencheghib. Mereka memilih berlari melintasi Pulau Jawa sejauh 1.260 kilometer. Bukan untuk lomba, melainkan demi satu misi: melawan polusi plastik di sungai.

Gary bersama dua adiknya kini tengah menjalani ultra-maraton tersebut. Perjalanan dimulai dari Bali sejak 28 Maret 2026. Ditargetkan, lari berakhir di Monumen Nasional, Jakarta, pada akhir Mei mendatang.

Setiap hari, mereka menempuh rata-rata 25 kilometer. Jika ditotal, jarak itu setara dengan 28 maraton berturut-turut yang harus diselesaikan dalam waktu 57 hari.

Namun, yang membuat aksi ini berbeda, lari tersebut tidak hanya soal ketahanan fisik. Di sepanjang perjalanan, ketiganya kerap berhenti di titik-titik sungai. Mereka turun langsung, mengangkat sampah plastik, sekaligus mengajak masyarakat sekitar ikut terlibat. Edukasi dilakukan secara langsung—menyasar pelajar hingga warga di bantaran sungai.

”Kami tidak hanya berlari. Tim kami juga sudah berada di depan untuk memetakan titik pembersihan dan bekerja bersama masyarakat,” ujar Gary.

Aksi lari sejauh 1.260 kilometer demi misi melawan polusi plastik di sungai. (Dok. Sungai Watch)

Memasuki wilayah Jawa Timur, mereka menghadapi realitas yang tidak ringan. Sejumlah aliran sungai yang dilalui berada dalam kondisi tercemar, terutama di kawasan padat penduduk dan industri. Tumpukan sampah plastik masih mudah ditemukan di beberapa titik.

Aksi itu pun perlahan menarik perhatian luas. Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk Sandiaga Salahuddin Uno yang sempat bertemu langsung dengan tim Sungai Watch. Dukungan juga disampaikan Dirgayuza Setiawan.

Saat tiba di Jakarta nanti, mereka menargetkan dapat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membawa isu polusi sungai ke tingkat nasional.

Di balik aksi tersebut, terdapat target konkret yang ingin dicapai. Yakni, penggalangan dana sebesar USD 1 juta. Konsep yang diusung cukup sederhana: setiap USD 1 yang didonasikan akan digunakan untuk mengangkat 1 kilogram sampah dari sungai.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas operasional Sungai Watch. Saat ini, organisasi tersebut telah mengoperasikan sejumlah fasilitas pemilahan sampah di Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo.

Foto bersama Sungai Watch dalam kampanye melawan polusi plastik di sungai. (Dok. Sungai Watch)

Sejak berdiri pada 2020, Sungai Watch telah mengangkat lebih dari 4,6 juta kilogram sampah dari sungai, memasang ratusan penghalang sampah, serta melibatkan puluhan ribu relawan.

Meski demikian, tantangan masih besar. Volume sampah yang terus mengalir ke sungai menunjukkan bahwa persoalan ini belum terselesaikan.

Melalui aksi lari lintas pulau ini, ketiga bersaudara tersebut berharap dapat membangun kesadaran publik bahwa persoalan sungai tidak bisa diabaikan. Perjalanan masih panjang. Namun, langkah yang mereka tempuh menjadi pengingat bahwa perubahan bisa dimulai dari aksi nyata—sekecil apa pun itu. (dite)

Naufal

Recent Posts

Pemkot Buka Layanan Sterilisasi Gratis Kucing, Kuota Terbatas 100 Ekor di Puskeswan Surabaya

Sterilisasi gratis bagi kucing lokal disiapkan khusus untuk warga Surabaya dengan kuota terbatas sebanyak 100…

8 hours ago

Perbaikan 10.000 Puskesmas Diusulkan Bertahap, Wamenkes Prioritaskan yang Sudah Rusak Parah

Rencana perbaikan dan renovasi terhadap 10.000 Puskesmas di seluruh Indonesia kini sedang dalam tahap penyusunan…

8 hours ago

Persib Hat-trick, Peralta Bersinar: Berikut Para Peraih Penghargaan Terbaik Indonesian Super League 2025/2026

Indonesian Super League 2025/2026 resmi berakhir. Persib Bandung berpesta dengan menjadi juara tiga kali secara…

15 hours ago

Flyover Gedangan Digeser ke Sisi Timur, Pemkab Sidoarjo Siapkan Pembebasan 89 Bidang Tanah

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mematangkan rencana pembangunan Flyover Gedangan sebagai solusi kemacetan di jalur utama…

22 hours ago

Pemkot Surabaya Gelar Ruwatan Buang Sengkala, Jaga Keselamatan Warga dan Keamanan Kota

Dalam rangka memeriahkan HJKS ke-733, Pemkot Surabaya menggelar tradisi Ruwatan Kota di Halaman Tugu Pahlawan,…

23 hours ago

Bojan Hodak, Juru Taktik Asal Kroasia di Balik Dominasi Maung Bandung

Nama Bojan Hodak kini layak disebut sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah Persib Bandung, bahkan…

23 hours ago

This website uses cookies.