Categories: Bisnis

Alarm Merah Ketenagakerjaan: Menaker Akui Satu Juta Sarjana Masih Menganggur

METROTOD, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengakui adanya tantangan besar dalam dunia kerja Indonesia yakni satu juta sarjana kini berstatus pengangguran.

Data mengejutkan ini selaras dengan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) dan menjadi potret nyata kondisi ketenagakerjaan saat ini dan tantangan besar ke depan.

“Itu menjadi sebuah tantangan kita. Artinya, itu adalah potret saat ini, kemudian kita punya tantangan ke depan,” kata Menaker saat memberikan tanggapan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (7/7).

Sebelumnya, Menaker Yassierli telah mengungkapkan bahwa sebanyak 1,01 juta lulusan universitas menganggur pada tahun 2025.

Angka ini merupakan bagian dari total 7,28 juta pengangguran di Indonesia per Februari 2025, yang menunjukkan kenaikan sekitar 1,11 persen atau 83,45 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.

Angka pengangguran ini mengambil porsi 4,76 persen dari total angkatan kerja Indonesia.

Tak hanya sarjana, data BPS juga menunjukkan angka pengangguran di jenjang pendidikan lain:

  • Lulusan diploma: 177,39 ribu orang
  • Lulusan SD dan SMP: 2,42 juta orang
  • Lulusan SMA: 2,04 juta orang
  • Lulusan SMK: 1,63 juta orang

Untuk mengatasi permasalahan serius ini, khususnya bagi lulusan sarjana, Menaker menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) menjadi salah satu pihak yang diharapkan terlibat aktif.

“Sehingga semangat yang saya munculkan itu, kan adalah semangat untuk kita berkolaborasi bersama. Itu saja sebenarnya untuk mencari solusi,” ujar Yassierli.

Di sisi lain, Menaker Yassierli juga menyampaikan perkembangan positif terkait Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Sebanyak 8,3 juta orang penerima telah disalurkan BSU senilai Rp600 ribu. Penyaluran ini dilakukan melalui dua mekanisme: bank BUMN/Himbara dan PT Pos Indonesia.

Menaker menjelaskan bahwa penyaluran via PT Pos masih memerlukan waktu sekitar satu minggu untuk sampai ke tangan penerima. Sementara itu, sebagian kecil penyaluran melalui bank Himbara masih dalam proses verifikasi dan validasi data ulang.

“Ini kita ingin memastikan bahwa penyaluran itu tepat sasaran. Jadi walaupun sudah ada data, kita harus cek nomor rekeningnya, cek (validasi) dari BPJS Ketenagakerjaan, kemudian kita konfirmasi ke bank, dari bank kita cek lagi nomor rekeningnya, oke, kita buat surat perintah pembayaran, dan seterusnya,” imbuhnya.

Menyusul kekhawatiran atas temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait dugaan penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) untuk judi online (judol), Yassierli memastikan bahwa BSU yang diberikan kepada pekerja yang membutuhkan tidak digunakan untuk praktik judol.

“Itu sudah di luar kontrol kita. Artinya, BSU didesain untuk meningkatkan daya beli, dan kepada mereka yang sudah terdaftar aktif sebagai pemberi iuran BPJS Ketenagakerjaan. Saya optimis BSU itu dipakai untuk kebaikan,” kata Yassierli.

“Saya optimis BSU itu menjadi sesuatu bagi pekerja untuk meningkatkan daya beli mereka,” pungkasnya. (red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

5 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

5 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

5 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

7 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.