Categories: Akal Sehat

Ketika Warna Jadi Bahasa Aspirasi dan Solidaritas di Indonesia

Oleh: Prof. Diah Ariani Arimbi, Pakar Kajian Budaya dan Gender Universitas Airlangga (Unair)

AKHIR-akhir ini penggunaan warna dalam menyampaikan aspirasi di Indonesia menghadirkan dinamika baru. Dua warna yang menjadi simbol, brave pink dan hero green, tidak sekadar menjadi penanda visual tetapi juga sarat dengan makna kultural, gender, hingga politis.

Pakar Kajian Budaya dan Gender Universitas Airlangga (Unair), Prof. Diah Ariani Arimbi menegaskan bahwa warna adalah teks yang selalu berbicara dalam konteks.

Prof. Diah menjelaskan bahwa pada awalnya, warna pink dilekatkan pada konsep pink job, yaitu pekerjaan yang tradisionalnya dianggap feminin, seperti guru, perawat, sekretaris, atau pekerja sosial.

“Pekerjaan ini kerap mendapatkan pandangan kurang strategis daripada posisi pengambil keputusan yang didominasi laki-laki,” tuturnya, Minggu (14/9).

Namun, dalam perkembangan aksi sosial terkini, makna pink bergeser. Brave pink lahir dari apropriasi, sebuah warna yang dulu dikonstruksi sebagai kekuatan yang lemah kini tampil sebagai simbol keberanian, terutama lewat kehadiran ibu-ibu dalam demonstrasi. Pink tidak lagi sekadar feminim, tetapi resisten dan politis.

Berbeda dengan pink yang banyak diasosiasikan berasal dari Barat, warna hijau memiliki akar lokal.

“Dalam folklor Jawa, hijau erat dengan kesuburan, kekuatan, bahkan khazanah guides of the south sea menyebutkan warna hijau menandakan kekuasaan spiritual seperti figur Nyi Roro Kidul. Kemudian dalam perkembangan di Indonesia belakangan ini, warna hijau diasosiasikan menjadi hero green,” terangnya.

Kehadiran para driver ojek online berseragam hijau dalam demonstrasi, serta tragedi salah seorang pengemudi yang terlindas kendaraan taktis, memperkuat hijau sebagai simbol solidaritas rakyat kecil dan keberanian kolektif.

“Hijau kini bukan hanya alam, tetapi heroisme dan penyelamatan,” imbuh Prof. Diah.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ini masyarakat kini hidup dalam era visual.

Warna bekerja lebih cepat dan universal daripada simbol lain. Fenomena Add Yours Instagram bernuansa brave pink dan hero green dengan 17+8 tuntutan memperlihatkan bagaimana generasi digital native memanfaatkan ruang daring sebagai arena politik alternatif. Hal ini merefleksikan lahirnya praktik baru demokrasi digital.

Dalam sejarah penyampaian aspirasi, warna bukan hal baru. Gerakan #IndonesiaGelap pernah memakai resistance blue, bahkan bendera One Piece dipakai sebagai simbol populer.

“Pola ini menegaskan bahwa setiap movement membutuhkan representasi visual yang mudah dikenali dan menggerakkan massa,” kata Prof. Diah.

Namun, efektivitas simbol, utamanya warna, dalam memengaruhi opini publik dan legitimasi pemerintah sangat bergantung pada daya tahannya. “Jika publik terus merawat makna ini, ia bisa menjadi simbol abadi. Jika tidak, ia cepat tergantikan,” ucapnya.

Dari perspektif sosial-humaniora, brave pink dan hero green menunjukkan bahwa makna budaya selalu dinamis. Warna yang dulu melekat pada kelemahan, kini menjadi bahasa politik resistensi.

“Apropriasi ini mengingatkan kita bahwa arti simbol-simbol visual tidak pernah statis. Mereka lahir, berubah, dan berfungsi sesuai konteks yang melingkupinya. Secara semiotik warna tidak hanya sekedar warna, tetapi mengkomunikasikan sesuatu,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Jalan di Tenggilis Mejoyo hingga Perak akan Ditinggikan, Pemkot Surabaya Target Kurangi Genangan

Pemkot Surabaya berencana melanjutkan peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami genangan saat…

1 hour ago

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

2 hours ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

3 hours ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

3 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

4 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

5 hours ago

This website uses cookies.