METROTODAY, SURABAYA – Lari bukan sekadar berolahraga. Lari juga menjadi sarana kampanye kesehatan.
Aktivitas lari kini juga mengusung misi tertentu. Maklum, lari bisa diikuti banyak orang dari berbagai kalangan dan usia.
Itu pula yang tersisa dalam event lari yang berlangsung di Balai Pemuda dan Alun-Alun Surabaya dalam Pink Fun Run 2025 yang digelar pada Minggu (1/6).
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari kampanye kesadaran terhadap kesehatan perempuan, khususnya pencegahan dan penanganan kanker payudara. Acara yang dimulai pukul 06.00 WIB itu dibuka secara resmi oleh sejumlah tokoh perempuan, komunitas lari, serta perwakilan Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI).

Dengan rute sepanjang 5 kilometer yang mengitari kawasan ikonik Balai Pemuda, para peserta berlari sambil mengenakan atribut berwarna pink sebagai simbol solidaritas terhadap para penyintas kanker payudara. Kegiatan itu juga diramaikan dengan berbagai hiburan seperti memberi pelari holy powder atau umumnya disebut tepung warna warni di lintasan yang dilalui, musik akustik, flash mob, dan zumba.
“Pink Fun Run bukan sekadar olahraga, tetapi juga bentuk kepedulian bersama. Kami ingin masyarakat lebih sadar pentingnya gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin,”ujar Novita, salah seorang karyawan di bidang telekomunikasi.

Selain lari bersama, panitia menyediakan layanan cek kesehatan gratis, stan makanan sehat, hingga area photobooth yang menarik perhatian para peserta.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa turut serta dalam kegiatan tersebut. Pemerintah Kota Surabaya pun menyatakan dukungannya untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, Pink Fun Run 2025 sukses menjadi ajang positif yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menginspirasi. (Dite Surendra)

