Kasus Perundungan Anak Disabilitas: Tetap Pendampingan, Proses Hukum Sesuaikan Hasil Pemeriksaan

METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan kembali pentingnya peran orang tua dalam mendampingi dan mendidik anak, menyusul kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang anak penyandang disabilitas hingga meninggal dunia.

Ia berharap peristiwa ini menjadi evaluasi bersama agar hubungan dan komunikasi dalam keluarga semakin diperkuat.

Eri menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban, sekaligus berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait penanganan anak yang diduga terlibat.

Mengingat usia anak yang masih di bawah 12 tahun, proses pemeriksaan masih berjalan untuk memastikan kondisi psikologisnya sebelum langkah penanganan selanjutnya ditentukan.

“Pendampingan tetap kami lakukan, dan kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian agar proses ini bisa ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan. Karena yang bersangkutan masih berusia di bawah 12 tahun, perlu dipastikan terlebih dahulu kondisi psikologisnya melalui pemeriksaan yang sedang berjalan. Setelah hasilnya diketahui, penanganan selanjutnya akan disesuaikan,” kata Eri, Senin (19/10).

Ia menegaskan penanganan kasus ini harus dilakukan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Di sisi lain, Eri juga mengajak seluruh orang tua mengambil hikmah dari peristiwa tragis ini.

“Kalau kita ingin membangun kota dan negara, semuanya harus dimulai dari keluarga. Orang tua harus dekat dengan anaknya, tahu bagaimana kesehariannya, mendengarkan ceritanya, dan memberikan pendidikan yang baik. Jangan sampai komunikasi dengan anak justru semakin jauh,” ujarnya.

Menurut Eri, kehadiran orang tua tidak hanya terbatas pada memenuhi kebutuhan materi. Anak juga membutuhkan perhatian, arahan, dan ruang untuk bercerita agar orang tua dapat mengenali perubahan perilaku maupun persoalan yang sedang dihadapi.

“Ini menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan seluruh orang tua. Mari kita lebih mendekatkan diri kepada anak-anak kita. Pendidikan pertama dimulai dari keluarga, dari bagaimana kita membangun komunikasi, memberikan contoh, dan menanamkan nilai-nilai yang baik,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan kembali pentingnya peran orang tua dalam mendampingi dan mendidik anak, menyusul kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang anak penyandang disabilitas hingga meninggal dunia.

Ia berharap peristiwa ini menjadi evaluasi bersama agar hubungan dan komunikasi dalam keluarga semakin diperkuat.

Eri menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban, sekaligus berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait penanganan anak yang diduga terlibat.

Mengingat usia anak yang masih di bawah 12 tahun, proses pemeriksaan masih berjalan untuk memastikan kondisi psikologisnya sebelum langkah penanganan selanjutnya ditentukan.

“Pendampingan tetap kami lakukan, dan kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian agar proses ini bisa ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan. Karena yang bersangkutan masih berusia di bawah 12 tahun, perlu dipastikan terlebih dahulu kondisi psikologisnya melalui pemeriksaan yang sedang berjalan. Setelah hasilnya diketahui, penanganan selanjutnya akan disesuaikan,” kata Eri, Senin (19/10).

Ia menegaskan penanganan kasus ini harus dilakukan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Di sisi lain, Eri juga mengajak seluruh orang tua mengambil hikmah dari peristiwa tragis ini.

“Kalau kita ingin membangun kota dan negara, semuanya harus dimulai dari keluarga. Orang tua harus dekat dengan anaknya, tahu bagaimana kesehariannya, mendengarkan ceritanya, dan memberikan pendidikan yang baik. Jangan sampai komunikasi dengan anak justru semakin jauh,” ujarnya.

Menurut Eri, kehadiran orang tua tidak hanya terbatas pada memenuhi kebutuhan materi. Anak juga membutuhkan perhatian, arahan, dan ruang untuk bercerita agar orang tua dapat mengenali perubahan perilaku maupun persoalan yang sedang dihadapi.

“Ini menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan seluruh orang tua. Mari kita lebih mendekatkan diri kepada anak-anak kita. Pendidikan pertama dimulai dari keluarga, dari bagaimana kita membangun komunikasi, memberikan contoh, dan menanamkan nilai-nilai yang baik,” pungkasnya. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait