METROTODAY, JAKARTA – Polemik rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya akhirnya tuntas. Kini UINSA sudah mempunyai rektor baru yang akan menjabat hingga 2030.
Prof. Masdar Hilmy, M.A., Ph.D., resmi dilantik sebagai rektor setelah dilantik di Jakarta pada Kamis, (15/10). Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar melantik langsung Prof. Masdar.
Selain Prof. Masdar, sejumlah pejabat eselon II lainnya juga dilantik dalam kesempatan yang sama. Antara lain Dr. Ade Yamin sebagai Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, serta beberapa pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Agama RI.
Usai dilantik, Prof. Masdar menegaskan arah strategis kepemimpinannya ke depan yang akan membawa UINSA goes global.
“Saya ingin membawa UINSA goes global; mengangkat marwah dan reputasi UINSA di panggung akademik nasional dan internasional,” ujarnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, langkah utama yang difokuskan adalah peningkatan mutu riset dan publikasi ilmiah.
“Visi ini dilakukan melalui strategi peningkatan produktivitas akademik dosen dan guru besar UINSA, meningkatkan indeks sitasi karya akademik mereka, dan menciptakan ekosistem penelitian yang berkualitas sesuai standar internasional,” tuturnya.
Prof. Masdar menekankan bahwa keberhasilan visi besar ini tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan membutuhkan dukungan seluruh sivitas akademika.
“Pesan khusus kepada segenap civitas akademika UINSA mari kembali menata kehidupan kampus yang kondusif, produktif, dan bermartabat. Misi ini tidak akan tercapai tanpa partisipasi, kebersamaan, dan kolegialitas antar sesama,” tegasnya.
Prof. Masdar merupakan guru besar bidang Sosiologi kelahiran Tegal, 2 Maret 1971. Ia menempuh pendidikan sarjana di IAIN Sunan Ampel Surabaya, meraih gelar magister dari McGill University, Kanada, dan doktoral dari University of Melbourne, Australia.
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Rektor UINSA periode 2018–2022 serta Direktur Pascasarjana UINSA. Dikenal produktif menulis tentang isu Islam, demokrasi, radikalisme, dan multikulturalisme, rekam jejaknya diharapkan menjadi modal kuat dalam membawa UINSA semakin dikenal di kancah internasional. (ahm)


