Casa Pilates Hadir di Surabaya Barat, Tawarkan Olahraga dengan Suasana Hangat seperti di Rumah

METROTODAY, SURABAYA – Pilates kini tak sekadar menjadi pilihan olahraga untuk menjaga kebugaran. Aktivitas ini juga semakin diminati untuk memperbaiki postur tubuh, meningkatkan kesadaran gerak, hingga membantu mengurangi ketegangan otot akibat rutinitas sehari-hari.

Melihat kebutuhan tersebut, Casa Pilates hadir di kawasan Surabaya Barat. Menawarkan pengalaman berolahraga yang lebih personal dan nyaman.

Studio milik Natasha Oen itu resmi diperkenalkan pada Selasa (13/10/2026). Mengusung konsep rumah, Casa Pilates ingin menghadirkan suasana hangat bagi setiap pengunjung. Bukan hanya datang untuk berolahraga, pelanggan diharapkan bisa menikmati waktu untuk melepas penat sekaligus merawat kondisi tubuh.

Nama Casa diambil dari bahasa Italia yang berarti rumah. Konsep tersebut menjadi fondasi Natasha dalam membangun studio yang tidak sekadar berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga kenyamanan selama menjalani latihan.

“Orang yang datang ke sini ingin merasakan suasana seperti di rumah sendiri. Jadi, bukan cuma olahraga, tetapi juga bisa merasa nyaman, rileks, dan melepas stres setelah bekerja,” ujar Natasha.

Kelas Prenatal dan Postnatal Lebih Terjangkau

Salah satu layanan yang menjadi perhatian Casa Pilates adalah kelas khusus prenatal dan postnatal. Program itu ditujukan bagi perempuan yang ingin tetap aktif dan menjaga kebugaran tubuh selama masa kehamilan maupun setelah melahirkan, dengan latihan yang disesuaikan berdasarkan kondisi masing-masing peserta.

Natasha melihat, kelas Pilates untuk ibu hamil masih kerap ditawarkan dalam format privat yang relatif lebih mahal. Karena itu, Casa Pilates ingin menghadirkan pilihan kelas khusus dengan biaya yang lebih terjangkau tanpa mengabaikan kualitas pendampingan.

Casa Pilates membuka kelas khusus prenatal dan postnatal untuk ibu hamil. (Dok. Casa Pilates)

“Kalau di beberapa tempat kelas untuk ibu hamil biasanya tersedia secara privat, kami ingin membuka kelas prenatal dan postnatal agar lebih banyak ibu bisa mengakses latihan dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas latihan, jumlah peserta setiap kelas dibatasi maksimal lima orang. Dengan kelompok kecil tersebut, instruktur dapat memberikan perhatian lebih terhadap teknik gerakan dan kebutuhan setiap peserta.

Khusus bagi ibu hamil, pemeriksaan dan analisis postur dilakukan sebelum program latihan dimulai. Langkah itui bertujuan membantu instruktur memahami kondisi tubuh. Termasuk keluhan seperti nyeri punggung bawah dan ketegangan di area leher.

Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan perhatian medis, peserta dapat diminta berkonsultasi dengan dokter atau menyertakan rekomendasi medis sebelum mengikuti program yang sesuai.

Bukan Sekadar Olahraga, Fokus pada Perbaikan Postur

Selain kelas prenatal dan postnatal, Casa Pilates mengembangkan pendekatan latihan yang menitikberatkan pada penguatan otot, kontrol gerakan, serta perbaikan postur tubuh.

Menurut Natasha, kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi kondisi tubuh. Terlalu lama menunduk saat menggunakan ponsel, kebiasaan berdiri yang kurang tepat, hingga teknik mengangkat beban yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan keluhan pada otot dan punggung.

METROTODAY, SURABAYA – Pilates kini tak sekadar menjadi pilihan olahraga untuk menjaga kebugaran. Aktivitas ini juga semakin diminati untuk memperbaiki postur tubuh, meningkatkan kesadaran gerak, hingga membantu mengurangi ketegangan otot akibat rutinitas sehari-hari.

Melihat kebutuhan tersebut, Casa Pilates hadir di kawasan Surabaya Barat. Menawarkan pengalaman berolahraga yang lebih personal dan nyaman.

Studio milik Natasha Oen itu resmi diperkenalkan pada Selasa (13/10/2026). Mengusung konsep rumah, Casa Pilates ingin menghadirkan suasana hangat bagi setiap pengunjung. Bukan hanya datang untuk berolahraga, pelanggan diharapkan bisa menikmati waktu untuk melepas penat sekaligus merawat kondisi tubuh.

Nama Casa diambil dari bahasa Italia yang berarti rumah. Konsep tersebut menjadi fondasi Natasha dalam membangun studio yang tidak sekadar berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga kenyamanan selama menjalani latihan.

“Orang yang datang ke sini ingin merasakan suasana seperti di rumah sendiri. Jadi, bukan cuma olahraga, tetapi juga bisa merasa nyaman, rileks, dan melepas stres setelah bekerja,” ujar Natasha.

Kelas Prenatal dan Postnatal Lebih Terjangkau

Salah satu layanan yang menjadi perhatian Casa Pilates adalah kelas khusus prenatal dan postnatal. Program itu ditujukan bagi perempuan yang ingin tetap aktif dan menjaga kebugaran tubuh selama masa kehamilan maupun setelah melahirkan, dengan latihan yang disesuaikan berdasarkan kondisi masing-masing peserta.

Natasha melihat, kelas Pilates untuk ibu hamil masih kerap ditawarkan dalam format privat yang relatif lebih mahal. Karena itu, Casa Pilates ingin menghadirkan pilihan kelas khusus dengan biaya yang lebih terjangkau tanpa mengabaikan kualitas pendampingan.

Casa Pilates membuka kelas khusus prenatal dan postnatal untuk ibu hamil. (Dok. Casa Pilates)

“Kalau di beberapa tempat kelas untuk ibu hamil biasanya tersedia secara privat, kami ingin membuka kelas prenatal dan postnatal agar lebih banyak ibu bisa mengakses latihan dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas latihan, jumlah peserta setiap kelas dibatasi maksimal lima orang. Dengan kelompok kecil tersebut, instruktur dapat memberikan perhatian lebih terhadap teknik gerakan dan kebutuhan setiap peserta.

Khusus bagi ibu hamil, pemeriksaan dan analisis postur dilakukan sebelum program latihan dimulai. Langkah itui bertujuan membantu instruktur memahami kondisi tubuh. Termasuk keluhan seperti nyeri punggung bawah dan ketegangan di area leher.

Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan perhatian medis, peserta dapat diminta berkonsultasi dengan dokter atau menyertakan rekomendasi medis sebelum mengikuti program yang sesuai.

Bukan Sekadar Olahraga, Fokus pada Perbaikan Postur

Selain kelas prenatal dan postnatal, Casa Pilates mengembangkan pendekatan latihan yang menitikberatkan pada penguatan otot, kontrol gerakan, serta perbaikan postur tubuh.

Menurut Natasha, kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi kondisi tubuh. Terlalu lama menunduk saat menggunakan ponsel, kebiasaan berdiri yang kurang tepat, hingga teknik mengangkat beban yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan keluhan pada otot dan punggung.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait