METROTODAY, SURABAYA – Sulis Setyowati, 62, lansia yang bekerja sebagai pemulung di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, kini akhirnya tercatat dalam Desil 1 dan sedang menjalani proses pengajuan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Sebelumnya, warga sempat melaporkan bahwa ia belum menerima bantuan sosial selama tiga tahun terakhir.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, langsung turun ke lapangan bersama pihak Kecamatan Tegalsari dan Kelurahan Kedungdoro untuk memverifikasi kondisi sekaligus mencocokkan data administrasi dengan fakta di lapangan.
“Kami bersama Bu Lurah dan Pak Camat melihat secara langsung tentang klien yang kemarin menyampaikan bahwa yang bersangkutan adalah lansia yang pekerjaannya pemulung tetapi masuk desilnya di desil 7,” kata Antiek, Senin (12/10).
Setelah dilakukan pengecekan administrasi, ternyata Sulis sebelumnya tercatat dalam Desil 6, bukan Desil 7. Dinsos kemudian melakukan pemutakhiran data pada triwulan III tahun 2026, sehingga statusnya kini naik menjadi Desil 1.

“Kami cek di administrasi ternyata sebelumnya memang ada di desil 6 bukan 7, tapi sudah kita lakukan pemutakhiran di triwulan tiga ini yang bersangkutan sudah masuk Desil 1,” tutur Antiek.
Sulis juga telah diusulkan melalui musyawarah kelurahan. Saat ini, proses pembukaan rekening bank sedang berlangsung sebagai syarat pencairan bantuan PKH.
Selain itu, ia juga sudah menerima bantuan pangan berupa beras 10 kilogram per bulan yang disalurkan setiap tiga bulan sekali.
“Yang bersangkutan juga sudah mendapatkan bantuan pangan berupa beras 10 kg dalam sebulan dan sudah menerimakan 3 bulan 30 kg,” ujar Antiek.
Dalam kunjungan tersebut, tim juga meninjau lansia lain yang tinggal sendiri dan sudah tidak mampu bekerja.
Dinsos tengah mempertimbangkan opsi penempatan di Griya Werdha agar lansia tersebut mendapatkan perawatan yang lebih optimal.
“Sehingga kami memastikan dengan Bu Lurah dan Pak Camat yang bersangkutan untuk bisa ditindaklanjuti apakah yang bersangkutan perlu harus dibawa ke Griya Werdha atau bisa tetap di sini,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Tegalsari, Kenny Pieter Tupamahu, menegaskan pihaknya akan melakukan pemantauan berkala agar bantuan yang disalurkan benar-benar dimanfaatkan oleh yang berhak.
“Kami dari Kecamatan Tegalsari bersama Kelurahan Kedungdoro, ke depannya kami juga akan melakukan monitoring sehingga memastikan kondisi para klien bisa benar-benar mendapatkan manfaat dengan sebaik-baiknya,” kata Kenny.
“Barang-barang yang diterima juga tidak diserahkan atau dijualbelikan kepada pihak lain sehingga manfaat yang diterima bisa dipakai untuk keluarga mereka,” pungkasnya. (ahm)


